Serangan Dronenya Tewaskan 10 Warga Afghanistan, AS Sebut Tidak Melanggar Hukum
Kamis, 04 November 2021 - 05:17 WIB
loading...
AS menyatakan tidak ada tindakan yang melanggar hukum setelah serangan dronenya menewaskan 10 warga Afghanistan. Foto/LA Times
A
A
A
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengumumkan hasil investigasi atas serangan drone di Afghanistan yang menewaskan 10 warga sipil medio Agustus lalu. Hasilnya, meski mengakui ada kesalahan dalam ekskusi namun tindakan itu tidak melanggar hukum.
"Penyelidikan tidak menemukan pelanggaran hukum termasuk hukum perang. Kami memang menemukan kesalahan eksekusi dikombinasikan dengan bias konfirmasi dan gangguan komunikasi yang sayangnya menyebabkan korban sipil," kata Inspektur Jenderal Angkatan Udara AS Sami Said saat jumpa pers, seperti dikutip dari CNN, Kamis (4/11/2021).
Said mengatakan tinjauan terhadap serangan pada 29 Agustus menemukan ada bukti bahwa anak-anak berada di lokasi dua menit sebelum rudal diluncurkan, tetapi bukti itu tidak terlihat oleh sel penyerang pada saat operasi.
"Bukti fisik seorang anak terlihat sekitar dua menit (sebelum rudal diluncurkan)," katanya, menambahkan bahwa sel serangan 100% tidak menangkap anak-anak.
Said melakukan dua tinjauan independen untuk penyelidikan tersebut, dan dia mengatakan tidak ada bukti bahwa sel serangan mengetahui bahwa wanita dan anak-anak berada di lokasi tersebut.
Baca juga: AS Tawarkan Kompensasi bagi Korban Serangan Drone Salah Sasaran di Afghanistan
"Penyelidikan tidak menemukan pelanggaran hukum termasuk hukum perang. Kami memang menemukan kesalahan eksekusi dikombinasikan dengan bias konfirmasi dan gangguan komunikasi yang sayangnya menyebabkan korban sipil," kata Inspektur Jenderal Angkatan Udara AS Sami Said saat jumpa pers, seperti dikutip dari CNN, Kamis (4/11/2021).
Said mengatakan tinjauan terhadap serangan pada 29 Agustus menemukan ada bukti bahwa anak-anak berada di lokasi dua menit sebelum rudal diluncurkan, tetapi bukti itu tidak terlihat oleh sel penyerang pada saat operasi.
"Bukti fisik seorang anak terlihat sekitar dua menit (sebelum rudal diluncurkan)," katanya, menambahkan bahwa sel serangan 100% tidak menangkap anak-anak.
Said melakukan dua tinjauan independen untuk penyelidikan tersebut, dan dia mengatakan tidak ada bukti bahwa sel serangan mengetahui bahwa wanita dan anak-anak berada di lokasi tersebut.
Baca juga: AS Tawarkan Kompensasi bagi Korban Serangan Drone Salah Sasaran di Afghanistan
Lihat Juga :