Pemilu Kacau, Maduro Cemooh AS

Jum'at, 06 November 2020 - 18:14 WIB
AS dan sekutunya di Eropa dan Amerika Latin menolak keabsahan pemilu Venezuela sebelumnya, mengklaim bahwa pemilu itu akan diadakan tanpa kondisi yang bebas atau adil. Pada bulan September, Uni Eropa secara resmi menolak undangan dari Caracas untuk mengamati pemungutan suara. Pada bulan yang sama, AS memberi sanksi kepada beberapa pejabat Venezuela, termasuk Presiden Dewan Pemilihan Nasional Indira Alfonzo.

Washington mengakui tokoh oposisi Juan Guaido sebagai 'presiden sementara' Venezuela pada Januari 2019, tak lama setelah Presiden Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua. Sebagai bagian dari kampanye tekanannya, Washington berusaha untuk mencekik ekonomi Venezuela, menyita aset negara senilai puluhan miliar dolar di luar negeri, dan mengancam sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak mentah Venezuela.

Maduro telah mengecam pejabat AS dan Guaido karena berusaha melakukan "kudeta" terhadapnya. Ia juga menuduh Washington berupaya menggulingkan pemerintah Venezuela untuk mendapatkan akses ke energi dan sumber daya mineral negara yang sangat besar.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!