China-Jepang belum sepakat

Kamis, 27 September 2012 - 08:21 WIB
China-Jepang belum sepakat
China-Jepang belum sepakat
A A A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri China dan Jepang kemarin menggelar pertemuan membahas sengketa pulau di Laut China Timur di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Namun,pertemuan Menlu China Yang Jiechi dengan Menlu Jepang Koichiro Gemba yang digelar Selasa (25/9) waktu setempat itu tidak menghasilkan terobosan dan titik temu apa pun.

“Meskipun atmosfernya sedikit tegang,China tetap memaksakan kehendak dan kedua menteri sepakat untuk terus berdialog,”ujar seorang pejabat Jepang dikutip AFP. Yang dan Gemba berada di New York dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB.

Dalam kesempatan itu mereka berusaha mendiskusikan krisis pulau yang disebut Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang yang menyebabkan hubungan kedua negara dalam titik terendah. Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua,Yang menuding Jepang telah melakukan “pelanggaran besar-besaran” terhadap integritas teritorial China.

“Tokyo membeli kepulauan sengketa di Laut China Timur sebagai bentuk tidak menghiraukan China yang sangat menentang langkah itu,” ujar Yang dalam pertemuan itu.

Yang juga menegaskan, China tetap menganggap Kepulauan Diaoyu sebagai teritorial sakral yang masuk dalam kekuasaan Negeri Panda sejak berabad-abad silam.Yang menambahkan, langkah pembelian itu sebagai “pembantahan palsu” terhadap kekalahan Jepang pada Perang Dunia II.

“Itu juga menjadi tantangan berani terhadap tatanan internasional setelah perang,”tuturnya. Sementara, seorang pejabat Jepang mengungkapkan, Menlu Gemba sepakat tidak merilis detail perundingan karena sensitivitas diplomatik.

Tapi, Jepang sepakat menjaga keterbukaan komunikasi di tataran pemerintahan. “Pertama,Menlu China mengungkapkan komentar dan pendapatnya sendiri mengenai Kepulauan Senkaku.

Dia menjelaskan posisinya dengan detail,” ujar pejabat senior Jepang.“Sebagai balasan, Menlu Jepang meminta sikap menahan diri dari China karena kerugian para pebisnis Jepang dan afiliasinya di China. Dia menegaskan, kekerasan itu tidak dapat ditoleransi.” Para diplomat mengungkapkan, kalau pertemuan itu atas permintaan Gemba.

Pihak Jepang juga tidak memberikan komentar resmi atas perundingan tersebut.Namun,Kementerian Luar Negeri Jepang telah menjelaskan posisinya kepada para jurnalis asal Negeri Matahari Terbit.

“Kami tidak yakin setiap ketegangan dapat diselesaikan,” kata Naoko Saiki, Deputi Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Jepang. Saiki menegaskan bahwa Jepang tidak percaya ketegangan dapat diselesaikan dalam konteks kedaulatan dan teritorial. Berdasarkan fakta sejarah dan hukum internasional, Kepulauan Senkaku merupakan bagian tak terlepaskan dari teritorial Jepang.

Pada Selasa (25/9) pasukan penjaga pantai Jepang dan Taiwan terlibat perang meriam air. Insiden itu semakin mengerucutkan ketegangan yang melibatkan bukan hanya China dan Jepang,tetapi juga Taiwan.Hubungan Jepang dan China memiliki masa-masa kelam, saat agresi militer Tokyo pada 1930- an dan 1940-an.
(aww)
Berita Terkait
Jepang Akan Kerahkan...
Jepang Akan Kerahkan Kapal Terbesar Jaga Pulau Senkaku dari Patroli China
Kapal Angkatan Laut...
Kapal Angkatan Laut China Berlayar di Perairan Jepang
Cegah Invasi China ke...
Cegah Invasi China ke Kepulauan Sengketa, Jepang Gelar Latihan Militer
Taiwan dan Jepang Kerja...
Taiwan dan Jepang Kerja Sama Lacak Kapal Perang China
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Jepang Cegat Drone Pengintai China
Jepang Desak China Tarik...
Jepang Desak China Tarik Kapal Perang dari Perairan Kepulauan Senkaku
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
10 menit yang lalu
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
2 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
3 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
3 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
4 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
5 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved