Pengungsi Bergerak ke Eropa Setelah Turki Buka Perbatasan

Sabtu, 29 Februari 2020 - 02:01 WIB
Pengungsi Bergerak ke...
Pengungsi Bergerak ke Eropa Setelah Turki Buka Perbatasan
A A A
ISTANBUL - Ratusan pengungsi dan migran di Turki mulai tiba di perbatasan dengan Yunani dan Bulgaria pada Jumat (28/2) setelah pejabat Turki menyatakan Ankara tidak lagi mematuhi kesepakatan Uni Eropa (UE) 2016 sehingga tak akan menghentikan para pengungsi mencapai Eropa.

Para migran yang beberapa membawa anak kecil dan tas itu berjalan keluar dari Istanbul dan melintasi ladang, mengingatkan situasi krisis pengungsi 2015 saat lebih dari satu juta orang mencari suaka di Eropa.

Beberapa orang memakai masker untuk mencegah wabah virus corona yang sedang melanda dunia dan menambah tekanan bagi negara-negara di Eropa.

Yunani dan Bulgaria yang merupakan anggota UE berjanji tidak menerima para migran. Kepolisian Yunani menggunakan granat asap di lintas perbatasan.

Bulgaria mengirim 1.000 pasukan tambahan di perbatasannya dengan Turki.

"Tak ada pekerjaan di Turki," kata Muhammed Abdullah, 25, warga Suriah yang antre di Istanbul untuk naik bus menuju perbatasan Yunani.

"Turki tidak bagus seluruhnya, Eropa lebih bagus," kata Abdullah yang ingin menuju Jerman.

Namun di pos perbatasan Pazarkule, antara Turki dan Yunani, para migran mendapati pagar kawat berduri dan granat asap. Beberapa orang terjebak di wilayah tak bertuan antara dua negara sambil berupaya kembali ke sisi Turki untuk menyelamatkan diri dari granat asap. Namun mereka juga dihalangi oleh petugas perbatasan Turki.

"Ada banyak masalah di Turki. Kami ingin pemerintah Turki dan Eropa membuka gerbang ini," kata Hamid Muhammed yang membawa gadis kecil di perbatasan Yunani.

Beberapa pemuda mengisi waktu dengan menendang bola. Perempuan migran tampak menangis putus asa.

Warga Suriah, Iran, Irak, Pakistan dan Moroko merupakan beberapa migran yang tiba di perbatasan dengan Yunani dan Bulgaria, sekitar 200 km barat Istanbul.

"Kami telah tinggal di Istanbul. Kami ingin pergi ke Edirne dan kemudian ke Yunani," kata migran Sahin Nebizade, 16, dari Afghanistan yang fasih berbahasa Turki.
(sfn)
Berita Terkait
Inilah Negara-negara...
Inilah Negara-negara Uni Eropa yang Paling Tidak Bahagia
Tolak Sanksi Ekonomi,...
Tolak Sanksi Ekonomi, UE Bersumpah Perluas Daftar Blacklist Turki
Bela Yunani, Uni Eropa...
Bela Yunani, Uni Eropa Siap Keroyok Turki dengan Sanksi
Erdogan Minta Uni Eropa...
Erdogan Minta Uni Eropa Tak Memihak dalam Konflik Turki-Yunani
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
PM Yunani Ingin Saluran...
PM Yunani Ingin Saluran Komunikasi dengan Turki Tetap Terbuka
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
17 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
51 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved