Tolak Sanksi Ekonomi, UE Bersumpah Perluas Daftar Blacklist Turki
Jum'at, 11 Desember 2020 - 23:39 WIB
loading...
UE bersumpah akan memperluas daftar blacklist warga Turki. Foto/Bloomberg
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) bersumpah untuk memperluas daftar warga Turki yang menjadi sasaran larangan perjalanan dan pembekuan aset karena eksplorasi energi yang kontroversial di Mediterania timur. Namun EU menolak untuk memberikan sanksi ekonomi yang lebih menyakitkankepada Ankara.
Para pemimpin UE memberikan izin di Brussels untuk memperluas daftar hitam (blacklist) yang sekarang terdiri dari dua karyawan Turkish Petroleum Corp sebagai respon atas perburuan gas alam Turki di Siprus. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak individu menjadi sasaran, dan - berpotensi - masuknya beberapa perusahaan dan organisasi pemerintah.
Kepala pemerintah blok 27 negara itu menolak tuntutan yang dipimpin Yunani untuk mulai menyusun hukuman yang lebih keras seperti larangan transaksi antara lembaga Eropa dan bisnis Turki. Sebaliknya, mereka mengulur kemungkinan menimbang lebih banyak tindakan hukuman pada Maret jika Ankara melanjutkan tindakan konfrontasinya di Mediterania timur.
"Uni Eropa tetap berkomitmen untuk mempertahankan kepentingannya dan kepentingan negara anggotanya serta untuk menegakkan stabilitas regional," kata para pemimpin UE dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (11/12/2020) pagi di ibukota Belgia seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (12/12/2020).
Para pemimpin UE memberikan izin di Brussels untuk memperluas daftar hitam (blacklist) yang sekarang terdiri dari dua karyawan Turkish Petroleum Corp sebagai respon atas perburuan gas alam Turki di Siprus. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak individu menjadi sasaran, dan - berpotensi - masuknya beberapa perusahaan dan organisasi pemerintah.
Kepala pemerintah blok 27 negara itu menolak tuntutan yang dipimpin Yunani untuk mulai menyusun hukuman yang lebih keras seperti larangan transaksi antara lembaga Eropa dan bisnis Turki. Sebaliknya, mereka mengulur kemungkinan menimbang lebih banyak tindakan hukuman pada Maret jika Ankara melanjutkan tindakan konfrontasinya di Mediterania timur.
"Uni Eropa tetap berkomitmen untuk mempertahankan kepentingannya dan kepentingan negara anggotanya serta untuk menegakkan stabilitas regional," kata para pemimpin UE dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (11/12/2020) pagi di ibukota Belgia seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (12/12/2020).
Lihat Juga :