Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:32 WIB
loading...
Pertahanan Udara AS...
Rudal balistik Emad Iran saat parade militer. Foto/Global Look Press/Kepresidenan Iran/Keystone Press Agency
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat khawatir militer Iran semakin efektif dalam menembus pertahanan udaranya di Timur Tengah. Kekhawatiran itu diungkap beberapa media, mengutip pejabat anonim.

Hal ini terjadi setelah serangan rudal dan drone mematikan di pangkalan militer di Yordania pada hari Jumat, yang menewaskan dua anggota militer Amerika dan satu orang lainnya hilang, menurut Pentagon. Korban tewas militer AS pun terus bertambah seiring perang yang kembali pecah antara AS dan Iran.

Dalam artikel pada hari Sabtu, New York Times mengutip sumbernya yang mengatakan serangan balasan Iran terbaru adalah "tanda pasukan Iran tidak hanya masih memiliki persediaan rudal yang cukup tetapi juga menjadi lebih mahir dalam menghindari sistem pertahanan udara AS."

Wall Street Journal, mengutip pejabat anonim, juga melaporkan militer Iran "telah beradaptasi dengan pertahanan AS, menembakkan rudal yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat bermanuver saat meluncur menuju Bumi."

Menurut NYT, menjelang kampanye militer AS-Israel melawan Republik Islam yang dimulai pada akhir Februari, Pentagon telah memindahkan sebagian pasukannya dari Uni Emirat Arab dan Qatar ke Yordania dan Israel.
Karena kedua negara tersebut terletak lebih jauh dari wilayah Iran, mereka dianggap relatif aman oleh pimpinan militer AS.

Daoud Kuttab, jurnalis dan kolumnis di Al-Monitor, juga mengatakan kepada RT bahwa, “Mungkin Amerika mengira mereka akan lebih aman di Yordania.” Namun, “tampaknya Iran tidak memiliki garis merah,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Raja Charles Senang...
Raja Charles Senang Inggris Punya Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa
Rekomendasi
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved