Ada Jejak Uranium di 'Gudang Atom Rahasia' Iran

Senin, 09 September 2019 - 11:51 WIB
Ada Jejak Uranium di...
Ada Jejak Uranium di 'Gudang Atom Rahasia' Iran
A A A
WINA - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menemukan jejak uranium di sebuah situs di Iran yang oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut sebagai "gudang atom rahasia". Badan pengawas nuklir PBB itu telah mengambil sampel uranium dan menuntut rezim Teheran untuk menjelaskannya.

Dua diplomat yang mengikuti inspeksi IAEA mengungkapkan temuan tersebut. Badan pengawas nuklir itu masih menyelidiki asal usul partikel uranium yang ditemukan di sebuah situs di Iran.

Menurut kedua dilomat yang berbicara secara anonim tersebut, Teheran belum memberikan penjelasan. Temuan itu bisa memicu ketegangan lebih lanjut antara antara Washington dan Teheran.

Dalam pidatonya setahun lalu, PM Netanyahu—yang dengan keras menentang perjanjian multilateral tentang nuklir Iran tahun 2015—meminta IAEA untuk segera mengunjungi situs tersebut. Menurutnya, di situs yang dia sebut sebagai "gudang atom rahasia" itu menampung 15 kg bahan radioaktif yang tidak ditentukan dan telah dihilangkan sejak saat itu.

Reuters
pernah melaporkan pada bulan April lalu bahwa IAEA telah memeriksa situs itu dan sampel telah diambil serta dikirim untuk analisis.

Media-media Israel dan AS sejak itu melaporkan bahwa sampel itu menjadi bukti adanya jejak bahan atau materi radioaktif, sebuah bahasa samar yang sama yang digunakan oleh Netanyahu.

Dua diplomat mengatakan jejak-jejak yang ditemukan IAEA itu adalah uranium, elemen yang sama yang diperkaya Iran dan satu dari hanya dua elemen fisil yang bisa dijadikan inti bom nuklir.

Seorang diplomat mengatakan uranium itu tidak sangat diperkaya, artinya tidak dimurnikan ke tingkat yang mendekati level yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata.

"Ada banyak kemungkinan penjelasan," kata diplomat itu, yang dilansir Reuters, Senin (9/9/2019). Tetapi karena Iran belum memberikan apa pun kepada IAEA, sulit untuk memverifikasi asal usul partikel-partikel itu, dan juga tidak jelas apakah jejaknya adalah sisa-sisa material atau kegiatan yang mendahului kesepakatan 2015 atau lebih baru.

IAEA tidak menanggapi permintaan komentar. Para pejabat Iran juga tidak tersedia untuk berkomentar.

Kesepakatan multilateral 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) mengamanatkan pembatasan ketat pada program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

JCPOA diteken oleh Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Namun, Presiden Donald Trump pada tahun lalu menarik AS keluar dari JCPOA dan memberlakukan kembali sanksi kerasnya terhadap Teheran. Tindakan Trump itu membuat JCPOA di ambang runtuh.

Iran selama ini mengklaim ambisi nuklirnya selalu bertujuan damai. Namun Netanyahu—yang telah berulang kali menuduh Iran ingin menghancurkan Israel mencari kehancuran Israel—tidak sudi percaya pada rezim para Mullah.

IAEA mengambil sampel lingkungan Iran itu karena mereka dapat mengambil partikel yang memberi tahu bahkan lama setelah material telah dikeluarkan dari sebuah situs. Jejak uranium dapat mengindikasikan, misalnya, keberadaan peralatan atau material yang terhubung dengan partikel-partikel tersebut.

Cornel Feruta, penjabat direktur jenderal IAEA, telah bertemu para pejabat Iran pada hari Minggu. "Feruta menekankan bahwa interaksi ini (pada komitmen nuklirnya) membutuhkan kerja sama penuh dan tepat waktu oleh Iran," bunyi pernyataan IAEA.

Laporan IAEA triwulanan yang dikeluarkan seminggu yang lalu tidak menyebutkan hasil sampel karena masalah terkait inspeksi sangat rahasia.

"Interaksi yang sedang berlangsung antara Badan (IAEA) dan Iran...membutuhkan kerja sama penuh dan tepat waktu oleh Iran. Badan terus mengejar tujuan ini dengan Iran," kata laporan itu.
(mas)
Berita Terkait
Eks Dubes AS untuk PBB:...
Eks Dubes AS untuk PBB: Menghidupkan Kembali JCPOA Kematian Bagi Israel
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Mengatakan Israel...
AS Mengatakan Israel Bebas Tindak Iran
Sekjen PBB: Kesepakatan...
Sekjen PBB: Kesepakatan Nuklir Iran Penting untuk Keamanan Teluk
AS Ingin Hidupkan Sanksi...
AS Ingin Hidupkan Sanksi Iran Berdasar Perjanjian Nuklir, Rusia: Itu Konyol!
Pengawas Nuklir PBB...
Pengawas Nuklir PBB Desak Iran Lanjutkan Pembicaraan Nuklir yang Terhenti
Berita Terkini
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
19 menit yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
1 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
2 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
3 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved