5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
Minggu, 05 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
Iran mengirimkan pesan khusus saat pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto/X/@fpleitgenCNN
A
A
A
TEHERAN - Bagi Iran , pemakaman Ayatollah Ali Khamenei lebih dari sekadar pemakaman pemimpin mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Ini menandai lebih dari 40 tahun yang telah membentuk hampir setiap institusi negara.
Khamenei menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989, ketika Iran sedang pulih dari perang dengan Irak. Kantornya menjadi pusat kekuasaan, mengawasi angkatan bersenjata, peradilan, penyiaran negara, dan penunjukan strategis.
Prinsip utama pemerintahannya adalah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Di bawah Khamenei, IRGC berkembang menjadi pemain dominan dalam bidang keamanan, politik, dan ekonomi.
Iran juga berinvestasi besar-besaran dalam rudal balistik, menganggapnya sebagai pencegah terhadap AS dan rival regional. Ini menjadi isu yang kontroversial di dunia, tetapi tidak separah program nuklir Iran.
Khamenei bersikeras bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir tetapi membela haknya untuk memperkaya uranium. Hal itu memicu sanksi dari AS dan Eropa.
Strategi regionalnya bergantung pada pemerintah sekutu dan kelompok bersenjata. Kebijakan tersebut memperluas pengaruh Iran tetapi memperdalam ketegangan dengan negara-negara Teluk Arab dan AS.
Khamenei dibunuh pada 28 Februari 2026, hari pertama konflik dengan AS dan Israel.
Khamenei menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989, ketika Iran sedang pulih dari perang dengan Irak. Kantornya menjadi pusat kekuasaan, mengawasi angkatan bersenjata, peradilan, penyiaran negara, dan penunjukan strategis.
Prinsip utama pemerintahannya adalah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Di bawah Khamenei, IRGC berkembang menjadi pemain dominan dalam bidang keamanan, politik, dan ekonomi.
Iran juga berinvestasi besar-besaran dalam rudal balistik, menganggapnya sebagai pencegah terhadap AS dan rival regional. Ini menjadi isu yang kontroversial di dunia, tetapi tidak separah program nuklir Iran.
Khamenei bersikeras bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir tetapi membela haknya untuk memperkaya uranium. Hal itu memicu sanksi dari AS dan Eropa.
Strategi regionalnya bergantung pada pemerintah sekutu dan kelompok bersenjata. Kebijakan tersebut memperluas pengaruh Iran tetapi memperdalam ketegangan dengan negara-negara Teluk Arab dan AS.
Khamenei dibunuh pada 28 Februari 2026, hari pertama konflik dengan AS dan Israel.
Lihat Juga :