Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya

Sabtu, 04 Juli 2026 - 14:15 WIB
loading...
Serangan Balasan Rusia...
Serangan balasan Rusia ke Ukraina sangat mematikan. Foto/X
A A A
MOSKOW - Serangan dahsyat Rusia di Kyiv pada hari Kamis menewaskan sedikitnya 30 orang, menjadikannya serangan paling mematikan ketiga terhadap ibu kota Ukraina sejak awal perang.

Ukraina mengalami ratusan serangan udara skala besar, tetapi serangan minggu ini sangat mematikan, sebagian karena target yang dipilih Moskow – bangunan tempat tinggal – dan senjata yang digunakannya, termasuk rudal balistik, amunisi jelajah, dan drone bertenaga jet.

Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya

1. Menggunakan Drone Berteknologi Baru

Drone bertenaga jet seperti UAV Geran-4 merupakan tambahan yang relatif baru dalam persenjataan Rusia, yang pertama kali terlihat sekitar awal tahun.

Drone ini dapat terbang dengan kecepatan hingga 500 kilometer per jam (310 mil per jam), menghindari pertahanan Ukraina. Drone ini juga terlalu cepat untuk kelompok tembak bergerak Kyiv dan hanya dapat ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara atau jet tempur.

“Musuh semakin sering menggunakannya, dan persentase Shahed bertenaga jet dalam persenjataan mereka meningkat; yang menguras sumber daya (kita),” kata Yurii Ihnat, juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Jumat, dilansir CNN. Penggunaan rudal untuk melawan drone menambah tekanan pada persediaan Ukraina yang sudah terbatas.


2. Drone Berteknologi Tenaga Jet

Para analis dari Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga pemantau konflik yang berbasis di AS, mengatakan bahwa penggunaan drone bertenaga jet oleh Rusia adalah contoh lain dari Moskow yang menggunakan inovasi taktis dan teknologi dalam sistem drone untuk "memaksimalkan kerugian sipil selama serangan terhadap Ukraina."

"Drone yang bergerak lebih cepat dan lebih sulit dicegat oleh Ukraina kemungkinan akan menimbulkan peningkatan kerugian sipil, seperti halnya adaptasi paket serangan lainnya di masa lalu," kata ISW dalam sebuah catatan yang diterbitkan Kamis.

Ihnat mengatakan bahwa serangan Rusia pada hari Kamis juga unik karena 28 dari 77 rudal yang dikerahkan adalah rudal balistik, yang menurutnya merupakan "jumlah yang sangat, sangat tinggi."

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa lebih dari 90% rudal jelajah dan 90% drone serang tipe Shahed berhasil dicegat selama serangan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Data Direvisi, Jumlah...
Data Direvisi, Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran Tembus 600 Orang
Survei: Opini Warga...
Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk
Rekomendasi
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Dari Tol ke Tanjakan...
Dari Tol ke Tanjakan Merbabu Lebih dari 92 Km/Liter: Bukti Teknologi DM Tak Cuma Andal di Jalan Datar
Di Forum ASEAN, Indonesia...
Di Forum ASEAN, Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan Lestari
Berita Terkini
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved