Kasus Khashoggi, Saudi Ancam Balas jika Disanksi AS

Senin, 15 Oktober 2018 - 06:58 WIB
Kasus Khashoggi, Saudi...
Kasus Khashoggi, Saudi Ancam Balas jika Disanksi AS
A A A
RIYADH - Arab Saudi mengancam akan membalas sanksi ekonomi yang mungkin diambil oleh negara-negara lain, terutama Amerika Serikat (AS), terkait kasus hilangnya wartawan pengkritik rezim Riyadh; Jamal Khashoggi . Ancaman balik Riyadh dilaporkan kantor berita negara Saudi, SPA, pada Minggu (14/10/2018) malam.

Arab Saudi telah berada di bawah tekanan sejak Khashoggi menghilang pada 2 Oktober 2018 setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Sumber pemerintah Turki mengutip investigator polisi mengatakan, jurnalis itu dibunuh dan dimutilasi tim algojo Riyadh. Namun, Riyadh membantahnya.

"Kerajaan menegaskan bahwa jika ada tindakan yang diambil terhadapnya, (kerajaan) ini akan menanggapinya dengan tindakan yang lebih besar," tulis SPA mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

"Kerajaan menegaskan penolakan kategorisnya terhadap setiap ancaman dan upaya untuk mencelakainya dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi atau pelaksanaan tekanan politik," lanjut pejabat itu, yang menambahkan bahwa ekonomi Saudi vital dan berpengaruh terhadap ekonomi global.Baca: Trump Hukum Berat Saudi jika Dalangi Pembunuhan Khashoggi
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan memberikan "hukuman berat" bagi Saudi jika bukti yang muncul membuktikan bahwa mereka memiliki peran dalam penghilangan Khashoggi. Meski demikian, Trump menolak menghentikan penjualan senjata Washington yang nilainya miliaran dolar ke Riyadh.

Banyak tokoh bisnis dan perusahaan siap memboikot konferensi investor penting di Arab Saudi akhir bulan ini sebagai reaksi atas hilangnya Khashoggi.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, investor Inggris Richard Branson dan Chief Executive Uber Dara Khosrowshahi adalah salah satu tokoh terkemuka yang telah membatalkan perjalanan mereka ke Riyadh.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin masih berencana untuk menghadiri apa yang disebut konferensi "Davos in the Desert" di Riyadh, meskipun ada kontroversi. Hal itu disampaikan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow.

"Mnuchin akan memutuskan saat sepekan perkembangan dan sebagai permukaan informasi baru," kata Kudlow pada program "This Week" ABC pada hari Minggu.

Laporan berbeda dari BBC menyebutkan Mnuchin dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris; Liam Fox, kemungkinan tidak menghadiri konferensi "Davos in the Desert" mendatang terkait kekhawatiran bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi.

Konferensi ini adalah bagian dari program "Visi 2030" Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk membuat kerajaan tidak lagi bergantung pada minyak.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
34 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved