alexametrics

Trump Hukum Berat Saudi jika Dalangi Pembunuhan Jamal Khashoggi

loading...
Trump Hukum Berat Saudi jika Dalangi Pembunuhan Jamal Khashoggi
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kanan) saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office Gedung Putih, 20 Maret 2018. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberikan "hukuman berat" kepada pemerintah Arab Saudi jika mendalangi atau memerintahkan pembunuhan terhadap wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi. Wartawan pengkritik rezim Riyadh ini hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

"Ada banyak yang dipertaruhkan, dan mungkin terutama karena orang ini adalah seorang reporter. Ada sesuatu yang sangat mengerikan dan menjijikkan tentang itu jika itu adalah kasus...kita akan sampai ke dasar dan akan ada hukuman yang berat," kata Trump selama wawancara dengan program 60 Minutes di CBS.



Namun, Trump menegaskan jika wartawan itu terbukti dibunuh oleh "tangan" Riyadh, dia tidak akan mengakhiri kesepakatan pembelian senjata antara kedua negara.

"Mereka memesan peralatan militer; semua orang di dunia menginginkan pesanan itu. Rusia menginginkannya, China menginginkannya, kami menginginkannya, kami mendapatkannya. Dan kami mendapatkan semuanya, setiap sedikit dari itu," ujarnya.

Trump mengtakan bahwa dia tidak ingin "kehilangan perintah" atau merusak pekerjaan terkait masalah ini. Menurutnya, ada cara lain untuk menghukum Riyadh jika itu diperlukan.

Khashoggi, wartawan asal Saudi, selama ini dikenal sebagai kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan keluarga Kerajaan Saudi. Dia sudah setahun terakhir tinggal di pengasingan di AS dan gencar menyuarakan kritiknya di kolom Washington Post. Kebijakan Saudi yang dia kritik keras antara lain kebijakan blokade Qatar dan perang di Yaman.

Dia terakhir terlihat pada 2 Oktober 2018 ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen terkait pernikahan yang dia rencanakan dengan perempuan Turki.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak