Merasa Dihina, Duterte Tolak Beli F-16 AS

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 14:22 WIB
Merasa Dihina, Duterte...
Merasa Dihina, Duterte Tolak Beli F-16 AS
A A A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena mencoba menghambat modernisasi tentara negaranya dan mengkritik tindakan kerasnya terhadap obat-obatan terlarang.

Duterte kemudian menyebut tawaran kepala pertahanan dan pejabat AS lainnya untuk membeli jet tempur F16 sebagai tawaran tidak berguna. Para pejabat AS tersebut beralasan Filipina membutuhkan pesawat yang lebih ringan untuk memerangi gerilyawan.

Presiden Filipina itu merujuk pada surat yang ia terima sebelumnya dari Menteri Pertahanan AS James Mattis, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross.

"Yang saya butuhkan hanyalah pesawat yang digerakkan oleh baling-baling untuk anti-pemberontakan. Kami tidak memerlukan F16 dan mereka mengayun-ayunkan di depan kami setelah mereka menghina kami," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi di sebuah upacara militer yang menandai peringatan Komando Mindanao Timur di Kota Davao.

Duterte juga menggambarkan surat itu sebagai upaya Washington untuk menyenangkan Filipina setelah sebelumnya memberikan hantaman kepada pemerintahannya. Sambil mengakui hubungan khusus antara AS dan Filipina, Duterte mengatakan ia sulit menemukan istilah teman untuk hubungan kedua negara.

“Sulit bagimu untuk mengatakan kita adalah teman. Kami adalah teman tetapi ingat kami berteman karena Anda menjadikan kami sebagai koloni beberapa tahun yang lalu. Itu bukan persahabatan yang dikehendaki," ujarnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (24/8/2018).

Duterte mengulangi kekesalannya terhadap AS, termasuk penolakan untuk mengirim sekitar 23.000 senapan untuk polisi Filipina. Itu terjadi setelah beberapa anggota parlemen AS mengangkat keprihatinan atas tindakan keras polisi terhadap obat-obatan terlarang.

Sebelumnya, Duterte mencerca Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Keamanan Asia dan Pasifik, Randall Schriver, yang memperingatkan Manila untuk tidak membeli perangkat keras militer dari Rusia.

Ia membuat pernyataan di tengah laporan media bahwa Moskow telah menawarkan bantuan kepada pemerintah Filipina dalam pembelian kapal selam Rusia dan bahwa Manila sedang mempertimbangkan proposal tersebut.

Selama kunjungan ke Rusia pada 2017, Presiden Duterte menyatakan minatnya pada senjata canggih Rusia, termasuk helikopter, pesawat, serta senjata berpanduan presisi untuk membantu memerangi ancaman terorisme.
(ian)
Berita Terkait
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Lagi, Filipina Batalkan...
Lagi, Filipina Batalkan Rencana Mengusir Pasukan AS
Duterte: Kesepakatan...
Duterte: Kesepakatan Berakhir Jika AS 'Buang' Nuklir ke Filipina
Duterte Ampuni Marinir...
Duterte Ampuni Marinir AS Pembunuh Transgender, tapi Larang Masuk Filipina
Duterte Minta AS Membayar...
Duterte Minta AS Membayar Jika Ingin Pasukannya Tetap di Filipina
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
47 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved