Dramatis, 3 Teroris London Bridge Dihabisi dengan 50 Peluru

Senin, 05 Juni 2017 - 08:42 WIB
Dramatis, 3 Teroris...
Dramatis, 3 Teroris London Bridge Dihabisi dengan 50 Peluru
A A A
LONDON - Aksi dramatis ditunjukkan aparat polisi bersenjata Inggris saat membunuh tiga teroris yang beraksi di London Bridge. Polisi membunuh ketiganya dengan 50 peluru.

Serangan di London Bridge pada Sabtu malam waktu Inggris atau Minggu (4/6/2017) WIB menewaskan tujuh orang dan melukai 48 orang lainnya. Beberapa korban luka dalam kondisi kritis.

Serangan dilakukan terhadap para pejalan kaki yang ditabraki dengan mobil. Para teroris juga menusuk sejumlah korban dengan pisau besar.

Baca: Serangan London Bridge Dendam untuk Rudal 'Lover from Manchester'

Aksi dramatis para polis Inggris itu direkam saksi mata Francisco Javier Hidalgo Godino. Rekaman juga menunjukkan orang-orang yang ketakutan berlindung di restoran terdekat di London Bridge.

Tembakan senjata berat terdengar beberapa saat ketika para pengunjung restoran bersembunyi. Saat tembakan mulai terdengar, seorang petugas polisi terlihat berlari melintasi jalan. Lampu berkedip biru juga bisa dilihat di latar belakang saat tembakan bergemuruh.

Media Inggris, Guardian, melaporkan, seorang anggota masyarakat tertembak di kepalanya saat terjebak dalam baku tembak antara para teroris dengan polisi. Namun, korban yang terjebak itu berhasil diselamatkan.

Seorang dokter senior di Royal London Hospital mengatakan orang yang terkena tembakan di kepala itu sama sekali tidak sekarat dan diperkirakan akan sembuh total.

Asisten Komisaris Polisi Inggris Mark Rowley mengatakan bahwa perwira bersenjata melepaskan sejumlah tembakan dalam jumlah banyak untuk memastikan bahwa mereka ”menetralisir para penyerang”. Polisi awalnya mengira serangan di London Bridge dilakukan para pembom bunuh diri, namun, rompi bom yang mereka pakai dipastikan palsu.

“Van itu menaiki trotoar dan menbraki pejalan kaki sebelum ditinggalkan penyerang yang dipersenjatai pisau yang melanjutkan ke area Borough Market dan menikam banyak orang,” kata Rowley, dalam konferensi pers yang dikutip Senin (5/6/2017).

”Para penyerang kemudian berhadapan dengan petugas bersenjata api dan saya bisa memastikan delapan petugas polisi menembakkan senjata mereka,” lanjut Rowley.

"Sementara ini akan diselidiki oleh IPCC (ndependent Police Complaints Commission), penilaian awal kami ada di wilayah sekitar 50 putaran, 50 peluru ditembakkan oleh delapan perwira tersebut. Ketiga penyerang tersebut ditembak mati,” papar Rowley.

”Situasi yang dihadapi para perwira ini sangat penting—masalah hidup dan mati—tiga orang bersenjata yang memakai sabuk bom bunuh diri.”
(mas)
Berita Terkait
Tak Setuju Serangan...
Tak Setuju Serangan Teror ISIS, Suami Shamima Begum Diam Saat Ditanya Aksi Penggal Kepala
Pengantin ISIS Shamima...
Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Pengampunan, Siap Bantu Inggris Perangi Terorisme
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved