Myanmar Cemas setelah 5 Pekerjanya Dibunuh di Malaysia

Selasa, 10 Januari 2017 - 08:24 WIB
Myanmar Cemas setelah...
Myanmar Cemas setelah 5 Pekerjanya Dibunuh di Malaysia
A A A
YANGON - Pemerintah Myanmar mencemaskan nasib para pekerjanya di Malaysia setelah lima pekerjanya dibunuh di negara itu. Pembunuhan terjadi di tengah ketegangan kedua negara setelah Malaysia menggelar protes besar-besaran untuk membela minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Pemerintah Myanmar pada hari Senin telah mengeluarkan peringatan dan petunjuak keselamatan bagi para pekerjanya di Malaysia. Lima pekerja Myanmar dibunuh oleh empat pria beropeng dengan pedang pada Kamis pekan lalu.

Lima pekerja Myanmar dibunuh setelah mereka meninggalkan sebuah pabrik di kawasan Serdang di pinggiran Ibu Kota Kuala Lumpur. Selain menewaskan lima orang, serangan itu juga melukai dua orang lainnya.

Polisi Malaysia menyatakan tujuh warga Myanmar telah ditahan tak lama setelah serangan itu. Polisi mengklaim tidak melihat adanya “motivasi agama” di balik pembunuhan tersebut.

Myanmar sejatinya sudah menghentikan pengiriman pekerjanya ke Malaysia pada Desember 2016 setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memprotes keras perlakuan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya yang dia sebut sebagai "genosida". Najib saat itu juga menyerukan intervensi asing.

Menurut data otoritas Myanmar, ada sekitar 147 ribu pekerjanya yang berada di Malaysia. Juru bicara kantor presiden Myanmar, Zaw Htay, mengatakan petunjuk keselamatan telah dikeluarkan dan pekerja ilegal asal Myanmar didesak untuk menghubungi kedutaan.

Myanmar sepakat bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk menyelidiki serangan mematikan itu. Menurut Htay, larangan pekerja Myanmar ke Malaysia tetap berlaku.

Nyunt Win, wakil direktur jenderal di Depertemen Kependudukan, Buruh dan Imigrasi Myanmar juga mengaku khawatir dengan keamanan bagi pekerja Myanmar di Malaysia. Kekhawatiran itulah yang menjadi salah satu alasan larangan bagi pekerja Myanmar untuk pergi ke Malaysia.

”Ada beberapa alasan terkait larangan pekerja migran Myanmar yang akan ke Malaysia, termasuk masalah keamanan dan fakta bahwa mereka mencoba untuk membangkitkan masalah politik terhadap Myanmar,” ujar Nyunt Win seperti dikutip Reuters, Selasa (10/1/2017). Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal masalah politik yang dia singgung.
(mas)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
39 menit yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
1 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
5 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved