Bentrok dengan Pasukan Pemerintah, 4 Anggota FARC Tewas
Minggu, 06 September 2015 - 17:49 WIB
Bentrok dengan Pasukan Pemerintah, 4 Anggota FARC Tewas
A
A
A
BOGOTA - Tentara Kolombia menyatakan, empat pemberontak FARC tewas dan tiga lainnya luka-luka saat kedua kelompok terlibat bentrokan bersenjata di kota Vista Hermosa, Sabtu kemarin.
Militer Kolombia menyatakan, pihaknya tengah melakukan operasi keamanan di kota Vista Hermosa untuk menghentikan aksi pemerasan yang dilakukan kelompok pemberontak FARC ketika bentrokan itu terjadi. Selama ini, kelompok FARC kerap melakukan pemerasan untuk mendanai operasi mereka.
Dalam pernyataannya, tentara pemerintah Kolombia menyatakan, salah satu anggota FARC yang tewas adalah kepala keuangan FARC di daerah yang mereka kuasai. Demikian seperti dikutip dari Digital Journal, Minggu (6/9/2015).
Pihak militer Kolombia meyakini, unit FARC yang terlibat bentrokan dengan mereka adalah kelompok yang bertanggung jawab atas penculikan lima pekerja minyak pada tahun 2014 lalu. Mereka juga terlibat dalam pemerasan dan kejahatan di jalan raya.
FARC adalah kelompok gerilya terbesar di Kolombia dan telah melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah sejak November 2012. Bukan hanya itu, mereka juga telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak yang dibalas pemerintah Kolombia dengan menghentikan serang udara ke sejumlah daerah kantong pemberontak, tapi tidak dengan operasi militer di darat.
Konflik di Kolombia sendiri telah berjalan selama lebih dari setengah abad dan melibatkan banyak kelompok. Kelompok yang terlibat adalah gerilyawan sayap kiri, kelompok paramiliter sayap kanan, pasukan pemerintah dan para pedagang narkoba. Semua kelompok itu turut ambil bagian dalam aksi kekerasan yang telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
Militer Kolombia menyatakan, pihaknya tengah melakukan operasi keamanan di kota Vista Hermosa untuk menghentikan aksi pemerasan yang dilakukan kelompok pemberontak FARC ketika bentrokan itu terjadi. Selama ini, kelompok FARC kerap melakukan pemerasan untuk mendanai operasi mereka.
Dalam pernyataannya, tentara pemerintah Kolombia menyatakan, salah satu anggota FARC yang tewas adalah kepala keuangan FARC di daerah yang mereka kuasai. Demikian seperti dikutip dari Digital Journal, Minggu (6/9/2015).
Pihak militer Kolombia meyakini, unit FARC yang terlibat bentrokan dengan mereka adalah kelompok yang bertanggung jawab atas penculikan lima pekerja minyak pada tahun 2014 lalu. Mereka juga terlibat dalam pemerasan dan kejahatan di jalan raya.
FARC adalah kelompok gerilya terbesar di Kolombia dan telah melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah sejak November 2012. Bukan hanya itu, mereka juga telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak yang dibalas pemerintah Kolombia dengan menghentikan serang udara ke sejumlah daerah kantong pemberontak, tapi tidak dengan operasi militer di darat.
Konflik di Kolombia sendiri telah berjalan selama lebih dari setengah abad dan melibatkan banyak kelompok. Kelompok yang terlibat adalah gerilyawan sayap kiri, kelompok paramiliter sayap kanan, pasukan pemerintah dan para pedagang narkoba. Semua kelompok itu turut ambil bagian dalam aksi kekerasan yang telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
(esn)