Covid-19 Kembali Mewabah, WHO Minta China Transparan
Sabtu, 31 Desember 2022 - 07:16 WIB
loading...
WHO meminta China membagikan data real-time terkait situasi pandemi Covid-19 di negara itu. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta China untuk membagikan lebih banyak informasi real-time tentang Covid-19 di negara tersebut. Itu terjadi ketika infeksi melonjak di seluruh China menyusul keputusannya untuk mencabut banyak pembatasan.
Selama pertemuan pada hari Jumat, pejabat WHO meminta lebih banyak data tentang rawat inap, penerimaan unit perawatan intensif, dan kematian. WHO juga menyerukan lebih banyak data tentang vaksinasi.
Beberapa negara telah mengumumkan bahwa mereka sekarang akan menyaring pelancong dari China.
Amerika Serikat (AS), Spanyol, Prancis, Korea Selatan, India, Italia, Jepang, dan Taiwan semuanya telah memberlakukan tes Covid untuk pelancong dari China.
Dan penumpang yang tiba di Inggris dari China harus memberikan hasil tes negatif sebelum naik ke pesawat.
"WHO kembali meminta untuk berbagi data spesifik dan real-time secara teratur tentang situasi epidemiologi dan data tentang vaksinasi yang diberikan dan status vaksinasi, terutama pada orang yang rentan dan mereka yang berusia di atas 60 tahun," kata WHO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari BBC, Sabtu (31/12/2022).
Baca: Kisah Nyata yang Viral: Covid-19 Selamatkan Pasangan China dari Perceraian
Selama pertemuan pada hari Jumat, pejabat WHO meminta lebih banyak data tentang rawat inap, penerimaan unit perawatan intensif, dan kematian. WHO juga menyerukan lebih banyak data tentang vaksinasi.
Beberapa negara telah mengumumkan bahwa mereka sekarang akan menyaring pelancong dari China.
Amerika Serikat (AS), Spanyol, Prancis, Korea Selatan, India, Italia, Jepang, dan Taiwan semuanya telah memberlakukan tes Covid untuk pelancong dari China.
Dan penumpang yang tiba di Inggris dari China harus memberikan hasil tes negatif sebelum naik ke pesawat.
"WHO kembali meminta untuk berbagi data spesifik dan real-time secara teratur tentang situasi epidemiologi dan data tentang vaksinasi yang diberikan dan status vaksinasi, terutama pada orang yang rentan dan mereka yang berusia di atas 60 tahun," kata WHO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari BBC, Sabtu (31/12/2022).
Baca: Kisah Nyata yang Viral: Covid-19 Selamatkan Pasangan China dari Perceraian
Lihat Juga :