Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?

Senin, 20 Juli 2026 - 14:57 WIB
loading...
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa kembali turun ke jalanan di India. Foto/X/@Cockroachisback
A A A
NEW DELHI - Ribuan pengunjuk rasa di Delhi siap menentang perintah polisi dan berunjuk rasa ke parlemen India di tengah meningkatnya seruan agar menteri pendidikan Perdana Menteri Narendra Modi dipecat karena kebocoran soal ujian.

Menciptakan kemungkinan konfrontasi dengan mahasiswa, aktivis, dan kelompok politik, polisi telah menolak izin kepada pendukung partai Janta Kecoa yang dipimpin kaum muda untuk berunjuk rasa pada hari Senin.

Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?

1. Memindahkan Aktivisi yang Mogok Makan ke Rumah Sakit

Melansir The Guardian, Gerakan Kecoa telah semakin bersemangat sejak polisi secara paksa memindahkan aktivis Sonam Wangchuk yang melakukan mogok makan ke rumah sakit pada hari Sabtu.

Beberapa ratus orang berkumpul di sekitar panggung yang dikosongkan oleh Wangchuk pada akhir pekan. Banyak yang membawa poster dan foto Wangchuk, sementara yang lain menuntut penangkapan menteri pendidikan tersebut.

Meskipun gerakan ini awalnya mendapat dukungan sebagian besar secara online – mengumpulkan 22 juta pengikut di Instagram dalam beberapa hari setelah pembentukannya pada bulan Mei setelah kebocoran soal ujian memengaruhi jutaan orang – gerakan ini kemudian memperluas daya tariknya, menghadirkan tantangan besar bagi Modi.

Beberapa kelompok politik dan petani diperkirakan akan bergabung dengan lokasi protes di New Delhi untuk berdemonstrasi selama sesi parlemen.


2. Mendorong Gerakan Kebebasan dari Ketidakadilan

Wangchuk yang berusia 59 tahun mengatakan dalam sebuah pesan yang diposting oleh istrinya di X pada hari Minggu bahwa pawai yang direncanakan akan menjadi “GERAKAN KEBEBASAN ke-2 India” dan akan untuk “kebebasan dari ketidakadilan (seperti kebocoran soal ujian)” dan “kebebasan dari rasa takut (penahanan ilegal saya)”.

Namun polisi mengatakan perintah telah diberlakukan di distrik New Delhi yang melarang berkumpulnya lima orang atau lebih, kecuali di lokasi yang telah ditentukan – observatorium Jantar Mantar – tempat para demonstran telah berkemah selama lebih dari tiga minggu.

“Karena sesi parlemen akan dimulai pada 20 Juli, pengaturan keamanan yang ketat telah diberlakukan untuk memastikan keselamatan publik, keamanan orang-orang yang dilindungi, dan perlindungan instalasi pemerintah yang vital,” kata polisi pada X.

Partai Cockroach Janta mengatakan pawai akan tetap berlangsung sesuai rencana.

“Pawai pasti akan terjadi. Kami sedang mengatur sisanya,” kata seorang juru bicara, yang meminta namanya dirahasiakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Gen Z Ramai Tinggalkan...
Gen Z Ramai Tinggalkan Wireless Earphone, Benarkah yang Pakai Kabel Lebih Sehat?
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Berita Terkini
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved