Heinrich XIII, Pangeran yang Ingin Jadi Kaisar dalam Kudeta di Jerman

Kamis, 08 Desember 2022 - 14:58 WIB
loading...
Heinrich XIII, Pangeran...
Heinrich XIII, pangeran yang ingin jadi kaisar dalam kudeta di Jerman digiring ke mobil polisi. Foto/Sky News
A A A
BERLIN - Pangeran Heinrich XIII Reuss adalah salah satu keturunan terakhir dari dinasti yang pernah memerintah sebagian besar Jerman timur. Dia diduga berharap menjadi pemimpin baru negara itu dalam kudeta dengan kekerasan untuk menggulingkan tatanan demokrasi.

Menurut pihak berwenang, pria berusia 71 tahun itu adalah salah satu dari 25 anggota dan pendukung kelompok sayap kanan yang merencanakan dugaan kudeta yang ditangkap pada Rabu pagi dalam penggerebekan nasional.

Pengembang real estat itu selama bertahun-tahun secara terbuka menganjurkan teori bahwa kehidupan lebih baik di seluruh dunia di bawah monarki. Dia berasal dari House of Reuss, yang selama berabad-abad menguasai sebagian negara bagian Thueringen saat ini hingga revolusi Jerman tahun 1918 yang mengarah pada pendirian Republik Weimar.

"Jika semuanya tidak berjalan dengan baik, kamu pergi saja ke pangeran," kata Heinrich.

"Kepada siapa Anda harus berpaling hari ini? Anggota parlemen Anda, tingkat lokal, federal, atau UE? Semoga berhasil!" imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/12/2022).

Dalam pidatonya, yang dibumbui dengan konspirasi anti-Semit, dia mengatakan bahwa Jerman telah menjadi negara bawahan sejak Perang Dunia Kedua dan perlu mendapatkan kembali kedaulatannya melalui kesepakatan damai.

Baca: Berencana Lakukan Kudeta, Puluhan Tersangka Ekstremis Dicokok Polisi

Dia mengatakan monarki di seluruh dunia termasuk Prancis telah digulingkan karena campur tangan kekuatan asing yang ingin membangun struktur perusahaan untuk mengejar keuntungan.

"Akibatnya, rakyat menderita," katanya.

Jaksa Jerman pada hari Rabu mengatakan Heinrich telah menghubungi perwakilan Rusia, yang dilihat kelompok itu sebagai kontak utama untuk menetapkan tatanan barunya. Mereka mengatakan tidak ada bukti bahwa perwakilan tersebut bereaksi positif terhadap permintaan tersebut.

Kremlin sendiri mengatakan tidak ada yang harus ditanyakan tentang keterlibatan Rusia dalam dugaan plot tersebut.

Heinrich ditangkap di rumahnya di Frankfurt, dipimpin oleh polisi berbaju balaclava dengan borgol, mengenakan celana korduroi berwarna mustard dan jaket bermotif tartan, dengan rambut abu-abu panjang.

Baca: Waduh! Nenek di Jerman Bentuk Sel Teror dan Rencanakan Kudeta

Menurut surat kabar Ostthueringer polisi juga menggeledah pondok berburunya di Thueringen di mana dia diduga menimbun senjata. Negara bagian di Jerman timur dikenal dengan kekuatan sayap kanannya yang bertahan lama di sana.

Kantor kejaksaan federal Jerman menolak mengomentari laporan tersebut, dengan mengatakan hanya ada penggerebekan di daerah itu.

Mereka juga menolak berkomentar tentang bagaimana, jika sama sekali, Heinrich terlibat dalam gerakan sayap kanan "Reichsbuerger", yang menyangkal keberadaan negara Jerman modern, dan yang menurut jaksa mengilhami kelompok tersangka yang ditangkap.

Dinasti Reuss menamai semua anak laki-lakinya Heinrich atau Henry setelah akhir abad ke-12 untuk menghormati Henry IV, Kaisar Suci Romawi, yang mewariskan kepada mereka perkebunan Weida dan Gera, sekarang kota di negara bagian Thueringen.

Meskipun secara resmi, tidak ada lagi pangeran dan putri di Jerman, beberapa keturunan seperti Heinrich terus menggunakan gelar tersebut. Dia menamai perusahaan real estat dan jasa keuangannya, yang berbasis di Frankfurt, "Buero Prinz Reuss".

House of Reuss, yang saat ini dipimpin oleh Heinrich XIV yang tinggal di Austria, sebelumnya telah menjauhkan diri dari Heinrich XIII, menyebutnya sebagai orang linglung yang menjajakan teori konspirasi, menurut media lokal.

Baca: Pertimbangkan Ancaman Rusia, Jerman Adopsi Strategi Keamanan Baru
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
Lionel Messi Gunakan...
Lionel Messi Gunakan Trik Curang Saat Loloskan Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved