Eks Jenderal Tertinggi Ukraina Ungkap Senjata Rahasia AS dalam Perang Melawan Rusia
Rabu, 09 April 2025 - 05:55 WIB
loading...
Jenderal (Purn) Valery Zaluzhny, mantan panglima militer Ukraina, mengungkap apa yang dia sebut sebagai senjata rahasia AS dalam perang melawan Rusia. Foto/Kantor Pers Kepresidenan Ukraina
A
A
A
KYIV - Jenderal (Purn) Valery Zaluzhny, mantan panglima militer Ukraina, mengungkap apa yang dia sebut sebagai "senjata rahasia Amerika Serikat (AS)" dalam perang melawan Rusia. Senjata rahasia yang dia maksud adalah pusat komando Amerika di Wiesbaden, Jerman.
Namun, mantan jenderal tertinggi Kyiv tersebut meremehkan partisipasi langsung Washington dalam permusuhan melawan Moskow.
Penilaiannya tentang keterlibatan Amerika tampaknya bertentangan dengan laporan yang diterbitkan oleh New York Times pada bulan Maret, yang mengatakan peran Washington lebih signifikan daripada yang diakui publik. Laporan tersebut mengeklaim bahwa AS tidak hanya memasok senjata dan intelijen ke Kyiv, tetapi secara aktif merencanakan misi tempur Ukraina.
Baca Juga: Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Selasa, Zaluzhny menyatakan bahwa masukan dari para perwira Barat di pusat komando AS di Wiesbaden terbatas pada penilaian kebutuhan Ukraina, bukan pengarahan operasi.
Zaluzhny, yang saat ini menjabat sebagai duta besar Ukraina di London, menjelaskan bahwa pusat tersebut didirikan untuk memperlancar logistik pasokan senjata Barat. Perannya kemudian diperluas untuk menganalisis operasi yang direncanakan oleh angkatan bersenjata Ukraina sesuai dengan standar NATO guna menyiapkan pasokan.
"Dengan dukungan Inggris, Wiesbaden mendapat angin kedua," ujarnya, seperti dikutip dari RT, Rabu (9/4/2025).
Namun, mantan jenderal tertinggi Kyiv tersebut meremehkan partisipasi langsung Washington dalam permusuhan melawan Moskow.
Penilaiannya tentang keterlibatan Amerika tampaknya bertentangan dengan laporan yang diterbitkan oleh New York Times pada bulan Maret, yang mengatakan peran Washington lebih signifikan daripada yang diakui publik. Laporan tersebut mengeklaim bahwa AS tidak hanya memasok senjata dan intelijen ke Kyiv, tetapi secara aktif merencanakan misi tempur Ukraina.
Baca Juga: Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Selasa, Zaluzhny menyatakan bahwa masukan dari para perwira Barat di pusat komando AS di Wiesbaden terbatas pada penilaian kebutuhan Ukraina, bukan pengarahan operasi.
Zaluzhny, yang saat ini menjabat sebagai duta besar Ukraina di London, menjelaskan bahwa pusat tersebut didirikan untuk memperlancar logistik pasokan senjata Barat. Perannya kemudian diperluas untuk menganalisis operasi yang direncanakan oleh angkatan bersenjata Ukraina sesuai dengan standar NATO guna menyiapkan pasokan.
"Dengan dukungan Inggris, Wiesbaden mendapat angin kedua," ujarnya, seperti dikutip dari RT, Rabu (9/4/2025).
Lihat Juga :