Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel

Selasa, 08 April 2025 - 00:01 WIB
loading...
Siapa Monther Abed?...
Monther Abed, paramedis sukarelawan dari Bulan Sabit Merah Palestina. Foto/media sosial
A A A
RAFAH - Monther Abed, paramedis sukarelawan dari Bulan Sabit Merah Palestina, mengingat secara rinci kejahatan tentara Israel ketika mereka menargetkan dia dan rekan-rekannya di kota Rafah, selatan Jalur Gaza, pada 23 Maret 2025.

Dalam pembantaian yang mengerikan ini, 15 anggota tim paramedis dan pertahanan sipil, yang dilindungi hukum internasional, dibunuh pasukan Israel.



Aksi brutal itu seiring genosida oleh Israel terhadap warga Palestina di Gaza selama 18 bulan terakhir.

Abed, satu-satunya korban selamat dari pembantaian tersebut, menceritakan serangan tersebut ketika mereka menanggapi panggilan darurat dari korban sipil yang terjebak oleh pasukan Israel di lingkungan Tel al-Sultan di bagian barat Rafah.

Satu tim yang terdiri dari 10 paramedis, lima personel pertahanan sipil, dan seorang karyawan dari salah satu badan PBB menuju ke sumber panggilan darurat, dengan harapan dapat menyelamatkan nyawa warga sipil.

Dibantai Secara Sadis


Abed, yang berusia tiga puluhan, mengatakan kepada Anadolu Agency, “Kami menerima sinyal tentang cedera di daerah Hashashin (di lingkungan Tel al-Sultan), jadi kami segera bergerak. Ambulans tersebut berasal dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (Ambulans 101), dan mereka diterangi baik di dalam maupun di luar.”

Ia melanjutkan, “Begitu kami tiba, kami menjadi sasaran tembakan langsung dan intens. Saya harus menunduk di dalam ambulans di bagian belakang. Saya tidak mendengar apa pun dari rekan-rekan saya, hanya napas terakhir mereka. Kemudian pasukan khusus Israel datang, membuka pintu ambulans, dan berbicara dalam bahasa Ibrani. Mereka mendorong kepala saya ke tanah sehingga saya tidak dapat melihat rekan-rekan saya atau mengetahui nasib mereka.”

Setelah tembakan di ambulans, tentara Israel menarik Abed dari ambulance, menangkapnya, menutup matanya, dan menginterogasinya selama 15 jam sebelum melepaskannya.

Abed mengungkapkan dia disiksa dengan kejam, dengan mengatakan, “Mereka memukul saya dengan popor senapan dan menyiksa saya, menanyakan nama, alamat, dan keterangan tentang keberadaan saya pada tanggal 7 Oktober. Semakin banyak saya menjawab, semakin mereka memukul saya. Saya ingin mati karena rasa sakit dari penyiksaan itu.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved