Pangeran Harry Klaim Dapat Ancaman Pembunuhan dari al-Qaeda

Rabu, 09 April 2025 - 06:41 WIB
loading...
Pangeran Harry Klaim...
Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris klaim dapat ancaman embunuhan dari kelompok al-Qaeda. Foto/Sussex Royal
A A A
LONDON - Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris, melalui pengacaranya, mengeklaim telah mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok al-Qaeda.

Untuk itu, sang pengacara; Shaheed Fatima, mengecam keputusan penurunan perlindungan polisi Inggris untuk putra bungsu Raja Charles III tersebut. Itu disampaikan kepada pengadilan London pada Selasa.

Setelah Harry berpisah dengan keluarga Kerajaan Inggris pada tahun 2020 dan pindah ke Amerika bersama istrinya; Meghan Markle, pemerintah Inggris memutuskan bahwa perlindungan keamanannya selama kunjungan ke Inggris akan diputuskan berdasarkan kasus per kasus.

Baca Juga: Pangeran Harry Memiliki Kekayaan Rp988 Miliar, Tetap Tajir Meski Tinggalkan Kerajaan

Pangeran Harry melakukan kunjungan langka ke London untuk tahap terakhir dari kisah hukum yang telah berlangsung lama, menyaksikan bandingnya berlangsung dari dalam Pengadilan Kerajaan.

Mengenakan setelan jas gelap dengan dasi bermotif biru, dia melihat ke ruang sidang, sesekali berbisik kepada pengacaranya dan menulis di buku catatan.

Setelah Harry (40) tidak lagi dianggap sebagai anggota kerajaan yang bekerja pada tahun 2020, pemerintah memutuskan bahwa dia tidak akan menerima "tingkat perlindungan yang sama" yang didanai publik saat berada di Inggris.

Sang pangeran mengambil tindakan hukum terhadap Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2021, dan setelah kasus awalnya ditolak tahun lalu, dia mengajukan gugatan ke Pengadilan Banding.

Pengacara mengatakan kepada pengadilan bahwa sang pangeran telah "dikhususkan untuk perlakuan yang berbeda, tidak dapat dibenarkan, dan lebih rendah."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Jet Militer Pembawa...
Jet Militer Pembawa Menhan Inggris Diduga Dikerjai Rusia, Tiba-tiba Gangguan Sinyal
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Nyaris Tabrakan, Jet...
Nyaris Tabrakan, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata Inggris dalam Jarak 6 Meter
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved