Ukraina Butuh 3 Senjata Ini untuk Menang Perang Lawan Rusia

Kamis, 08 Desember 2022 - 10:11 WIB
loading...
Ukraina Butuh 3 Senjata...
Ukraina butuh tiga jenis senjata, termasuk jet tempur modern, untuk menang perang melawan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina memang telah membuat serangkaian kemajuan dalam perangnya melawan invasi Rusia yang telah memasuki bulan ke-10.

Tetapi setelah musim dingin tiba, itu membuat pertempuran menjadi sulit dan mengancam untuk semakin memperlambat serangan balik Ukraina. Kondisi ini membuat perang tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Frank Ledwidge, mantan perwira militer dan penulis Inggris, mengatakan Kiev memiliki pasukan dan keinginan untuk mendorong pasukan Moskow keluar dari wilayahnya dan memenangkan perang.

Baca juga: Vladimir Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Akan Berlangsung Lama

Namun, kata dia, Ukraina tidak memiliki perangkat keras militer untuk berhasil.

Pakar militer Inggris yang pernah bertugas di Balkan, Afghanistan, dan Irak tersebut merinci tiga senjata yang dibutuhkan Ukraina untuk mengalahkan Rusia dan mengakhiri perang dengan cepat.

1. Tank dan Kendaraan Lapis Baja Berat

Ledwidge bersikeras bahwa mempersenjatai Ukraina dengan tank tambahan dan kendaraan lapis baja akan membantu pasukan negara itu mengalahkan pasukan Rusia di wilayahnya.

“Ukraina selalu memberi tahu kami bahwa mereka percaya bahwa mereka dapat mengalahkan Rusia dengan mengusirnya dari sisa-sisa tanah yang mereka tempati menggunakan brigade mekanis, yang berarti sejumlah besar tentara dengan apa yang disebut mobilitas lapis baja [kendaraan lapis baja atau pengangkut pribadi] dan tank,” kata Ledwidge kepada Newsweek, Kamis (8/12/2022).

"Kendaraan lapis baja dan tank harus berjalan bersama dalam operasi gabungan," kata Ledwidge.

"Jika tidak, Anda akan mendapat masalah yang sama seperti yang dialami Rusia dengan tank mereka."

Tank Rusia beroperasi sendiri di dekat Kiev pada awal perang, yang membuat mereka sangat rentan menjadi sasaran infanteri Ukraina.

Strategi itu mengakibatkan banyak korban jiwa bagi pasukan Rusia di awal perang, serta penghancuran sebagian besar tank yang dikerahkan Moskow di Ukraina.

Pada bulan September, jenderal Ukraina Valerii Zaluzhny mengatakan mereka menginginkan antara 10 dan 20 brigade, yang masing-masing terdiri dari sekitar 5.000 tentara dan yang akan membutuhkan, menurut ahli militer, rata-rata 100 tank.

“Jadi Anda mencari sekitar 1.000 tank, mungkin kurang, ditambah kendaraan untuk menempatkan tentara, mobilitas lapis baja,” kata Ledwidge.

"Ukraina sudah memiliki armada tank yang cukup besar", kata Ledwidge.

"Dengan sekitar 2.000 tank, itu sebenarnya lebih dari yang dimilikinya pada awal perang. Dan itu mungkin cukup untuk melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.

"Jadi orang Ukraina sangat akrab dengan tank yang mereka miliki dan mereka akan dapat menggunakannya dengan baik, mengalahkan tank Rusia, mungkin, tapi itu akan memakan banyak korban."

Menurutnya, tank-tank tambahan yang akan membantu Ukraina untuk merebut kembali bagian-bagian wilayahnya yang diduduki Rusia harus datang dari Amerika Serikat (AS).

AS, lanjut dia, memiliki ribuan tank cadangan yang terpelihara dengan baik dan siap digunakan. "Sementara lemari Eropa sekarang kosong. Tank-tank Amerika yang disimpan ini adalah pemenang perang," imbuh dia.

Pakar militer itu mengatakan bahwa lebih dari 3.000 tank M1 Abrams yang disimpan AS sebagai cadangan adalah satu generasi di depan dari sebagian besar peralatan yang dimiliki Rusia. "Itu akan memusnahkan unit Rusia mana pun seperti yang mereka lakukan di Irak di masa lalu," paparnya.

Kendaraan lapis baja lain yang akan membantu Ukraina mengalahkan Rusia adalah Kendaraan Tempur Bradley, yang dirancang untuk mengangkut infanteri sambil memberikan tembakan perlindungan melawan pasukan musuh. "Kendaraan ini, yang AS miliki ribuan unit dalam penyimpanan cadangan, jauh lebih baik daripada apa pun yang dimiliki Rusia," kata Ledwidge.

"Peralatan ini, jika dikirim [ke Ukraina], akan dikirim hingga tahun depan—ada banyak rintangan yang harus dilalui dalam hal pelatihan, pemeliharaan, logistik, dan perbaikan—dan akan memakan waktu lama untuk menyelesaikannya, dan itu akan menjadi perang yang panjang," paparnya.

"Akan jauh lebih pendek jika Ukraina memiliki peralatan untuk memenangkannya, daripada melawannya untuk waktu yang lama."

2. Roket Jarak Jauh

Jenis senjata kedua yang dibutuhakan Ukraina adalah sistem roket jarak jauh seperti rudal Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat atau ATACMS.

“Itu akan memungkinkan Ukraina menyerang Crimea dan pada dasarnya mengusir Angkatan Laut Rusia dari Crimea karena mereka akan selalu diserang atau setidaknya di bawah ancaman serangan sepanjang waktu,” kata Ledwidge.

3. Kekuatan Udara: Jet Tempur

Jet tempur modern menjadi jenis senjata ketiga yang dibutuhkan Ukraina untuk menang perang.

Sebagian besar bantuan militer yang diterima oleh Kiev dalam sembilan bulan terakhir difokuskan pada pasukan darat dan pertahanan udara. Menurut Leddige, lebih banyak dukungan untuk Angkatan Udara Ukraina untuk mengalahkan Rusia.

“Tidak dapat dihindari bahwa Angkatan Udara Ukraina harus dipersenjatai kembali. Itu harus dipersenjatai kembali oleh pesawat Barat,” kata Ledwidge, menambahkan bahwa Kiev pada dasarnya akan memiliki dua pilihan: pesawat tempur F-16 AS atau Saab Gripen Swedia.

Pesawat-pesawat tempur ini dapat membuat perbedaan antara berakhirnya perang atau konflik yang berlarut-larut.

“Poin pertama adalah memperlengkapi kembali pasukan Ukraina untuk memenangkan perang, di mana mereka membutuhkan tiga kemampuan penting: mobilitas lapis baja, roket jarak jauh, dan kekuatan udara,” kata Ledwidge.

“Hal kedua adalah jika kita ingin Ukraina aman di masa depan, maka kita perlu mempersenjatai dan memperlengkapi mereka seperti kekuatan NATO, sehingga mereka dapat dioperasikan, dan mereka tidak akan memiliki masalah logistik dan pasokan yang mengerikan," paparnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved