5 Risiko Perang Nuklir antara Ukraina dan Rusia, Salah Satunya Lebih Buruk dari Chernobyl

Kamis, 25 April 2024 - 16:55 WIB
loading...
5 Risiko Perang Nuklir...
Perang nuklir berisiko terjadi dalam konflik Rusia dan Ukraina. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan Ukraina menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai pasukan Rusia sebanyak tiga kali pada Minggu dan menuntut tanggapan Barat, meskipun Kyiv mengatakan hal itu tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut.

Tampaknya bahkan sekutu terdekat Putin pun percaya bahwa hubungan antara Ukraina dan ISIS dalam serangan teror Moskow adalah hal yang konyol.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah lama memperingatkan risiko bencana di Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, dan mendesak diakhirinya pertempuran di wilayah tersebut.

Pembangkit listrik tersebut hanya berjarak 500 km (300 mil) dari lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia, bencana Chornobyl tahun 1986.

Bahan nuklir apa yang ada di pembangkit listrik Zaporizhzhia, apa risikonya dan mengapa Rusia dan Ukraina berebut bahan tersebut?

5 Risiko Perang Nuklir antara Ukraina dan Rusia

1. Sudah Beroperasi sejak Zaman Uni Soviet

5 Risiko Perang Nuklir antara Ukraina dan Rusia, Salah Satunya Lebih Buruk dari Chernobyl

Foto/Reuters

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia memiliki enam reaktor berpendingin air dan dimoderasi air VVER-1000 V-320 rancangan Soviet yang mengandung Uranium 235. Semuanya dibangun pada tahun 1980-an, meskipun reaktor keenam baru beroperasi pada pertengahan tahun 1990-an setelah keruntuhan Uni Soviet.

Semua kecuali satu reaktor berada dalam kondisi mati dingin. Unit reaktor 4 dalam keadaan "hot shutdown", terutama untuk tujuan pemanasan.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa perang di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir telah menempatkan keselamatan dan keamanan nuklir dalam "bahaya terus-menerus".

Baca Juga: Mengapa PM Spanyol Sanchez Mengambil Cuti dari Tugas Publik?

2. Ukraina Menyerang PLTN Sebanyak 3 Kali

5 Risiko Perang Nuklir antara Ukraina dan Rusia, Salah Satunya Lebih Buruk dari Chernobyl

Foto/Reuters

Melansir Reuters, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengatakan Ukraina menyerang pabrik itu tiga kali pada hari Minggu dengan drone, pertama melukai tiga orang di dekat kantin, kemudian menyerang area kargo dan kemudian kubah di atas reaktor No.6.

Pakar IAEA di lokasi tersebut mendatangi tiga lokasi serangan dan memastikan telah terjadi serangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved