Daftar Jenderal Myanmar yang Hilang atau Dieksekusi akibat Perang Saudara
Jum'at, 26 April 2024 - 18:45 WIB
loading...
Pejuang pemberontak MNDAA merebut senjata tentara setelah menyerbu markas militer di Kokang, Shan State, 28 November 2023. Foto/Facebook/the kokang
A
A
A
NAYPYIDAW - Perang saudara di Myanmar menciptakan kekacauan dan ketidakpastian yang mendalam, terutama di kalangan para pemimpin militer negara tersebut.
Beberapa jenderal telah dilaporkan hilang atau dieksekusi mati. Fakta ini menambah daftar panjang korban dari konflik yang berkepanjangan di negeri itu.
Para Jenderal yang Hilang atau Dieksekusi
Salah satu nama yang paling menonjol dalam daftar ini adalah Wakil Kepala Junta Soe Win. Dia tidak terlihat di depan umum selama lebih dari dua pekan, memicu desas-desus yang tersebar luas bahwa dia terluka parah dalam serangan drone pada 9 April 2024.
Soe Win berada di Komando Tenggara di Mawlamyine, Negara Bagian Mon yang mengawasi operasi militer di Kota Myawaddy, negara bagian Karen, ketika pasukan pemberontak menyerang pangkalan tersebut dengan drone.
![Daftar Jenderal Myanmar yang Hilang atau Dieksekusi akibat Perang Saudara]()
Ketidakhadiran Soe Win dalam perayaan Tahun Baru tradisional Myanmar di ibukota administratif Naypyitaw semakin meningkatkan spekulasi tentang kondisinya yang misterius.
Wakil jenderal senior ini sebelumnya tidak pernah absen menghadiri perayaan tahunan di paviliun yang didirikan oleh keluarga mereka yang memiliki hubungan dengan Kantor Panglima Tertinggi dan Wali Kota Naypytaw.
Soe Win belum terlihat di depan umum sejak dia mengunjungi kota Ba Htoo di Negara Bagian Shan selatan pada 3 April 2024.
Selain itu, ada juga laporan tentang jenderal yang dihukum mati oleh junta Myanmar. Tiga perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal dihukum mati dan tiga brigjen lainnya dihukum penjara seumur hidup karena menyerah pada pemberontak.
Junta militer Myanmar telah menjatuhkan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup kepada enam brigadir jenderal setelah mereka menyerah kepada pasukan perlawanan di Negara Bagian Shan utara awal bulan ini, menurut laporan media lokal.
Mengutip “sumber militer yang dapat dipercaya,” Kantor Berita Chindwin melaporkan brigadir jenderal tersebut dijatuhi hukuman oleh pengadilan militer di Naypyidaw pada tanggal 20 Januari 2024.
Beberapa jenderal telah dilaporkan hilang atau dieksekusi mati. Fakta ini menambah daftar panjang korban dari konflik yang berkepanjangan di negeri itu.
Para Jenderal yang Hilang atau Dieksekusi
1. Wakil Kepala Junta Soe Win
Salah satu nama yang paling menonjol dalam daftar ini adalah Wakil Kepala Junta Soe Win. Dia tidak terlihat di depan umum selama lebih dari dua pekan, memicu desas-desus yang tersebar luas bahwa dia terluka parah dalam serangan drone pada 9 April 2024.
Soe Win berada di Komando Tenggara di Mawlamyine, Negara Bagian Mon yang mengawasi operasi militer di Kota Myawaddy, negara bagian Karen, ketika pasukan pemberontak menyerang pangkalan tersebut dengan drone.

Ketidakhadiran Soe Win dalam perayaan Tahun Baru tradisional Myanmar di ibukota administratif Naypyitaw semakin meningkatkan spekulasi tentang kondisinya yang misterius.
Wakil jenderal senior ini sebelumnya tidak pernah absen menghadiri perayaan tahunan di paviliun yang didirikan oleh keluarga mereka yang memiliki hubungan dengan Kantor Panglima Tertinggi dan Wali Kota Naypytaw.
Soe Win belum terlihat di depan umum sejak dia mengunjungi kota Ba Htoo di Negara Bagian Shan selatan pada 3 April 2024.
2. Tiga Jenderal Dihukum Mati, Tiga Dipenjara Seumur Hidup
Selain itu, ada juga laporan tentang jenderal yang dihukum mati oleh junta Myanmar. Tiga perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal dihukum mati dan tiga brigjen lainnya dihukum penjara seumur hidup karena menyerah pada pemberontak.
Junta militer Myanmar telah menjatuhkan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup kepada enam brigadir jenderal setelah mereka menyerah kepada pasukan perlawanan di Negara Bagian Shan utara awal bulan ini, menurut laporan media lokal.
Mengutip “sumber militer yang dapat dipercaya,” Kantor Berita Chindwin melaporkan brigadir jenderal tersebut dijatuhi hukuman oleh pengadilan militer di Naypyidaw pada tanggal 20 Januari 2024.
Lihat Juga :