Vladimir Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Akan Berlangsung Lama
Kamis, 08 Desember 2022 - 06:52 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin isyaratkan perang Rusia di Ukraina akan berlangsung lama. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan operasi militer di Ukraina akan berlangsung lama. Itu disampaikan dalam pertemuan dengan Dewan Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia (HAM), Rabu.
Menanggapi pertanyaan tentang durasi permusuhan yang meningkat pada bulan Februari, Putin mengatakan bahwa mencapai semua tujuan akan memakan waktu.
“Tentu saja, ini mungkin proses yang panjang,” kata Presiden Putin, yang menegaskan bahwa konflik sebenarnya dimulai pada 2014 ketika Amerika Serikat (AS) mendukung kudeta nasionalis di Kiev. Dia tidak memberikan estimasi waktu dari penyelesaian perang Rusia di Ukraina.
Putin, seperti pejabat Moskow lainnya, tetap menghindari penggunaan kata perang untuk referensi invasi Rusia di Ukraina. Mereka menamakannya sebagai operasi militer khusus.
Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Ini Reaksi AS
Dia berpendapat bahwa Moskow tidak punya banyak pilihan selain melakukan intervensi militer pada bulan Februari untuk mempertahankan Republik Donbass di Donetsk dan Luhansk–yang telah memilih untuk bergabung dengan Rusia, bersama dengan sebagian besar wilayah Kherson dan Zaporozhye atau Zaporizhzhia.
Menanggapi pertanyaan tentang durasi permusuhan yang meningkat pada bulan Februari, Putin mengatakan bahwa mencapai semua tujuan akan memakan waktu.
“Tentu saja, ini mungkin proses yang panjang,” kata Presiden Putin, yang menegaskan bahwa konflik sebenarnya dimulai pada 2014 ketika Amerika Serikat (AS) mendukung kudeta nasionalis di Kiev. Dia tidak memberikan estimasi waktu dari penyelesaian perang Rusia di Ukraina.
Putin, seperti pejabat Moskow lainnya, tetap menghindari penggunaan kata perang untuk referensi invasi Rusia di Ukraina. Mereka menamakannya sebagai operasi militer khusus.
Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Ini Reaksi AS
Dia berpendapat bahwa Moskow tidak punya banyak pilihan selain melakukan intervensi militer pada bulan Februari untuk mempertahankan Republik Donbass di Donetsk dan Luhansk–yang telah memilih untuk bergabung dengan Rusia, bersama dengan sebagian besar wilayah Kherson dan Zaporozhye atau Zaporizhzhia.
Lihat Juga :