Pangeran Arab Saudi Investor Terbesar Ke-2 Twitter, AS Mulai Gusar

Sabtu, 05 November 2022 - 11:57 WIB
loading...
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu anggota terkaya keluarga Kerajaan Arab Saudi, jadi investor terbesar kedua Twitter. Hal ini memicu kegusaran Amerika Serikat akan nasib keamanan nasionalnya. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu anggota terkaya keluarga Kerajaan Arab Saudi , menjadi investor terbesar kedua Twitter. Investasi sang pangeran ternyata membuat Washington mulai gusar, mengkhawatirkan nasib keamanan nasional Amerika Serikat (AS) .

Dia menjadi salah satu investor terbesar setelah kepemilikan Twitter diambil alih miliarder Elon Musk.

Pangeran Alwaleed pernah menjadi pemberitaan media internasional ketika dia menjadi salah satu bangsawan yang ditahan di hotel Ritz Carlton di Riyadh lima tahun lalu. Itu diklaim sebagai operasi anti-korupsi di bawah komando Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Menurut pengakuannya sendiri, sang pangeran bersembunyi di Kamar 628 Ritz Carlton di Riyadh selama 83 hari.

Pada saat itu, penangkapan para bangsawan dan pengusaha lainnya dalam operasi anti-korupsi mendapat pujian publik.

Sekadar diketahui, Putra Mahkota Mohammed bin Salman adalah sepupu Pangeran Alwaleed.

Baca juga: Pulang dari AS, Pangeran Arab Saudi Dijebloskan ke Penjara

Sedikit yang diketahui tentang masa tinggal Pangeran Alwaleed yang berkepanjangan di Ritz Carlton, tetapi episode mengerikan adalah kunci untuk memahami beberapa dinamika kekuatan yang sekarang bermain di balik salah satu platform media sosial paling kuat di dunia.

Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar pengaruh Pangeran Alwaleed atau Pangeran Mohammed bin Salman dalam hubungan baru mereka dengan Elon Musk sebagai bagian dari apa yang Alwaleed katakan secara terbuka akan menjadi investasi jangka panjang di Twitter.

Kegusaran AS atas bermainnya pangeran Arab Saudi di perusahaan Twitter mulai disuarakan di Capitol Hill atau gedung Parlemen.

Dua senator AS; Ron Wyden dan Chris Murphy, telah menyerukan “pemeriksaan menyeluruh” dari kesepakatan Twitter dengan alasan keamanan nasional.

Dalam sebuah pernyataan, Wyden mengatakan: “Mengingat sejarah rezim Saudi dalam memenjarakan pengkritik, menanam mata-mata di Twitter, dan secara brutal membunuh seorang jurnalis Washington Post, rezim Saudi harus diblokir dari mengakses informasi akun Twitter, pesan langsung, dan data lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lawan politik atau untuk menekan kritik terhadap keluarga kerajaan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved