Zelensky Pecat 3 Kepala Badan Keamanan, Pengkhianatan Merajalela

Senin, 15 Agustus 2022 - 21:16 WIB
loading...
Zelensky Pecat 3 Kepala...
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (15/8/2022) memecat tiga kepala kantor regional Badan Keamanan Ukraina (SBU), penerus KGB Ukraina.

Sebelumnya, dia memecat pejabat tinggi di SBU, dengan alasan pengkhianatan yang meluas di antara para agen.

Pejabat tinggi keamanan di wilayah Kiev, Lviv, dan Ternopol dipecat dengan keputusan presiden.

Baca juga: Rusia: Ukraina Sudah Bangkrut, Tak Bisa Penuhi Kewajiban pada Rakyatnya

Seorang pemimpin baru segera ditunjuk untuk kantor SBU di Kiev tetapi pengganti dua orang lainnya belum diungkapkan.

Langkah Zelensky tampaknya merupakan kelanjutan dari tindakan keras terhadap SBU yang dia luncurkan pada pertengahan Juli.

Saat itu, dia memberhentikan kepala badan keamanan, Ivan Bakanov, wakilnya, dan empat kepala SBU daerah.

Baca juga: Pasukan Rusia Segera Terima Berbagai Senjata Kecil Mutakhir Tercanggih

Dia juga memecat Jaksa Agung Irina Venediktova. Zelensky mengklaim perombakan itu karena "pengkhianatan" yang merajalela di bawah kepemimpinan para pejabat tersebut.

Langkah itu dilaporkan tidak dianggap positif oleh pemerintah AS, yang secara terbuka mempertahankan dukungan tak tergoyahkan untuk presiden Ukraina.

Namun menurut media AS, pejabat Gedung Putih telah mengatakan secara pribadi ada ketidakpercayaan yang tumbuh di Washington atas pemerintahan Zelensky yang semakin otoriter.

Tidak jarang para pejabat Ukraina mempertanyakan kesetiaan warga di tengah konflik bersenjata dengan Rusia.

Gubernur Nikolaev Vitaly Kim menyatakan dia mungkin menempatkan ibu kota wilayahnya dalam penguncian untuk melakukan pembersihan para simpatisan Rusia bergaya Bolshevik. Dia mengaku tidak mempercayai siapa pun.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui Republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved