Dianggap Promosikan Homoseksual, Arab Saudi Sita Mainan Berwarna Pelangi

Kamis, 16 Juni 2022 - 05:40 WIB
loading...
Dianggap Promosikan Homoseksual, Arab Saudi Sita Mainan Berwarna Pelangi
Dianggap promosikan homoseksual, Arab Saudi sita mainan berwarna pelangi. Foto/Ilustrasi
A A A
RIYADH - Otoritas berwenang Arab Saudi menyita mainan berwarna pelangi dan barang-barang pakaian dari toko-toko di Ibu Kota Riyadh sebagai bagian dari tindakantegas terhadap homoseksual, seperti dilaporkan media pemerintah.

Barang-barang yang ditargetkan termasuk busur, rok, topi, dan tempat pensil berwarna pelangi, sebagian besar tampaknya dibuat untuk anak kecil, menurut laporan yang disiarkan pada Selasa malam oleh saluran berita Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah.

"Kami memberikan tur barang-barang yang bertentangan dengan agama Islam dan moral publik dan mempromosikan warna homoseksual yang menargetkan generasi muda," kata seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan Arab saudi, yang terlibat dalam kampanye tersebut seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Apakah Izinkan Alkohol demi Pariwisata? Ini Jawaban Tegas Arab Saudi

Sambil menunjuk ke arah bendera pelangi, seorang jurnalis mengatakan: "Bendera homoseksualitas ada di salah satu pasar Riyadh."

Laporan itu mengatakan warna-warna tersebut mengirimkan "pesan beracun" kepada anak-anak.

Laporan Al-Ekhbariya pada hari Selasa juga menunjukkan gambar Benedict Cumberbatch di "Doctor Strange" dan anak-anak asing yang tampaknya mengibarkan bendera pelangi.

Baca juga: Heboh! Restoran di Arab Saudi Tolak Masuk Semua Wanita Berjilbab, Publik Marah

Laporan itu tidak merinci berapa banyak perusahaan yang menjadi sasaran atau barang-barang yang disita dalam operasi Kementerian Perdagangan Arab Saudi, dan pejabat Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP pada Rabu.

Homoseksualitas adalah pelanggaran berat di Arab Saudi, yang dikenal memberlakukan dengan ketat hukum syariah Islam yang menjadi dasar dari seluruh sistem peradilannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1133 seconds (10.101#12.26)