Profil Pasukan Elite Antiteror Rusia, Alpha Group yang Ditakuti

Senin, 06 Juni 2022 - 15:22 WIB
loading...
Profil Pasukan Elite...
Pasukan elite Rusia Alpha Group beraksi dalam misi melumpuhkan teroris. Foto/nationalinterest.org
A A A
MOSKOW - Alpha Group merupakan pasukan elite militer Rusia yang dibentuk pada 1974 oleh Ketua Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) Yuri Andropov. Alpha Group diandalkan guna penanganan teroris.

Pasukan elite di bawah Federal Security Service (FSB) Special Purpose Center ini dirancang sebagai sub-unit mandiri di bawah Kesatuan Khusus Rusia.

Fokus Alpha Group adalah untuk penanganan teroris, pembebasan sandera hingga operasi khusus.

Baca juga: Italia Ungkap Perang Dunia untuk Roti sedang Berlangsung

Pasukan elite Alpha Group pertama kali dikenal setelah memimpin serangan di Istana Tajbeg di Afghanistan pada 1979.

Baca juga: Menlu Rusia Gagal Kunjungi Serbia karena 3 Negara Tutup Langitnya

Pada saat itu, pimpinan Uni Soviet memutuskan melenyapkan Pemimpin Afghanistan Hafizullah Amin dan menggantikannya dengan yang lain.

Baca juga: Jenderal Rusia Roman Kutuzov Tewas dalam Perang di Ukraina

Perwira Alpha Group bersama dengan pasukan Spetnaz serta tentara 9th Guards Airborne Company diberi tugas menyerang Istana Tajbeg. Diketahui, Istana Tajbeg yang berada di Kabul, terlindungi dengan baik.

Istana tersebut merupakan tempat Hafizullah Amin bersembunyi dengan perlindungan ribuan penjaga. Pasukan Alpha Group melintasi jalan menuju istana dan berhasil menerobos masuk.

Dalam waktu 43 menit, pasukan berhasil menghentikan sebagian besar penjaga Hafizullah Amin serta menahan ratusan orang sebagai tawanan.

Ketika terjadi serangan tersebut, 20 anggota pasukan Alpha Group tewas. Sedangkan 400 orang tewas di pihak Afghanistan, termasuk Hafizullah Amin.

Pada 1980-1990-an, pasukan Alpha Group yang dipimpin Jenderal Viktor Karpukhin ini semakin terkenal.

Saat KGB melakukan kudeta pada 1900, Alpha Group diberi tugas mengamankan Parlemen di Moskow serta menetralisir Presiden Boris Yeltsin yang ketika itu menjabat.

Selain operasi penanganan terorisme, Alpha Group juga kerap mengikuti operasi kontra-intelijen.

Keterlibatan Alpha Group dalam krisis sandera di Lebanon pada 1985 semakin meningkatkan reputasinya di dunia internasional.

Pada September 1985, Organisasi Pembebasan Islam, yang merupakan bagian dari Hizbullah, menculik empat diplomat Rusia di Beirut.

Alpha Group pun langsung ditugaskan guna menanganinya. Sandera yang tersisa dapat dibebaskan dalam beberapa minggu.

Pengepungan sekolah Beslan adalah salah satu operasi heroik dalam sejarah Alpha Group. Pada September 2004, 32 teroris merebut sekolah Beslan di Ossetia Utara, Rusia.

Sebanyak 1.128 orang menjadi sandera. Kebanyakan sandera adalah anak-anak. Ketika terjadi pengepungan sekolah Baslen, sekitar 314 warga sipil termasuk 186 anak tewas.

Pasukan Alpha Group berhasil menembak mati 31 teroris, sedangkan satu teroris lainnya ditangkap hidup-hidup. Pada operasi ini, Alpha Group serta pasukan Vympel kehilangan 10 orang.

Berbagai keberhasilan Alpha Group dalam operasinya membuat kelompok pasukan elite itu ditakuti para teroris di penjuru dunia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Selat Hormuz Tegang...
Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Rekomendasi
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Berita Terkini
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved