Ironi Pasukan Otoritas Palestina: Ogah Melawan Israel, Justru Perangi Saudara Sendiri
Minggu, 05 Januari 2025 - 07:06 WIB
loading...
Ironi pasukan Otoritas Palestina, ogah melawan Israel tapi justru memerangi faksi-faksi perlawanan Palestina. Foto/al-haq
A
A
A
RAMALLAH - Seorang pejabat tinggi Otoritas Palestina (PA) membuat komentar mengejutkan, yakni pasukan keamanan PA tidak ditugaskan untuk melawan pendudukan Israel.
Itu menjadi ironi ketika pasukan PA baru-baru ini justru memerangi faksi-faksi perlawanan Palestina di Tepi Barat—yang sejatinya adalah saudara sebangsa—dalam apa yang mereka sebut sebagai “Operasi Melindungi Tanah Air”.
"Bukan tugas Otoritas Palestina untuk menembak orang-orang Israel,” kata Jibril Rajoub, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah—partai berkuasa di Otoritas Palestina—kepada Palestine TV, yang dilansir Middle East Monitor (MEMO), Minggu (5/1/2025).
Baca Juga: Perang Saudara di Palestina Memanas, Komandan Brigade Jenin Berafiliasi dengan Hamas Dibunuh Tentara Fatah
Operasi Melindungi Tanah Air, yang dimulai pada 5 Desember 2024, telah mengakibatkan sembilan orang Palestina tewas, termasuk jurnalis muda Shatha Al-Sabbagh, di mana surat kabar Israel; Haaretz, melaporkan bahwa operasi tersebut telah menerima persetujuan eksplisit dari tentara pendudukan Israel.
Pasukan keamanan PA, yang dibentuk di bawah bimbingan Amerika Serikat melalui program pelatihan Letnan Jenderal Keith Dayton, telah berkembang menjadi apa yang oleh para kritikus gambarkan sebagai pasukan proksi untuk kepentingan Israel.
Itu menjadi ironi ketika pasukan PA baru-baru ini justru memerangi faksi-faksi perlawanan Palestina di Tepi Barat—yang sejatinya adalah saudara sebangsa—dalam apa yang mereka sebut sebagai “Operasi Melindungi Tanah Air”.
"Bukan tugas Otoritas Palestina untuk menembak orang-orang Israel,” kata Jibril Rajoub, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah—partai berkuasa di Otoritas Palestina—kepada Palestine TV, yang dilansir Middle East Monitor (MEMO), Minggu (5/1/2025).
Baca Juga: Perang Saudara di Palestina Memanas, Komandan Brigade Jenin Berafiliasi dengan Hamas Dibunuh Tentara Fatah
Operasi Melindungi Tanah Air, yang dimulai pada 5 Desember 2024, telah mengakibatkan sembilan orang Palestina tewas, termasuk jurnalis muda Shatha Al-Sabbagh, di mana surat kabar Israel; Haaretz, melaporkan bahwa operasi tersebut telah menerima persetujuan eksplisit dari tentara pendudukan Israel.
Pasukan keamanan PA, yang dibentuk di bawah bimbingan Amerika Serikat melalui program pelatihan Letnan Jenderal Keith Dayton, telah berkembang menjadi apa yang oleh para kritikus gambarkan sebagai pasukan proksi untuk kepentingan Israel.
Lihat Juga :