Terancam Punah, Kamboja Desak Warganya Berhenti Petik Tanaman Penis

Minggu, 22 Mei 2022 - 10:09 WIB
loading...
Terancam Punah, Kamboja...
Terancam punah, Kamboja desak warganya berhenti memetik tanaman penis. Foto/Daily Star
A A A
PHNOM PENH - Kementerian Lingkungan Kamboja mengeluarkan sebuah peringatan resmi sebagai upaya untuk menghentikan masyarakat untuk memetik tanaman penis .

Tanaman berbentuk alat kelamin laki-laki itu sangat populer dan telah menjadi daya tarik bagi bangsa Kamboja. Masyarakat dan turis sama-sama memetiknya segera setelah mereka melihatnya, yang menyebabkan tanaman itu berada di ambang kepunahan.

“Apa yang mereka lakukan salah dan mereka tidak boleh melakukannya lagi di masa depan," bunyi postingan Kementerian Lingkungan Kamboja di Facebook.

“Terima kasih telah mencintai sumber daya alam, tetapi jangan memetik bunganya, atau mereka akan hancur,” sambung postingan itu seperti dikutip dari Daily Star, Minggu (22/5/2022).

Tanaman ini mulai populer pada tahun 2009, meskipun penduduk setempat telah mengetahui keberadaannya sejak awal abad ke-20.

Baca juga: Mengenal Tanaman Penis, Tumbuhan yang Butuh Puluhan Tahun untuk Mekar

Beberapa peminat tanaman telah mampu menanamnya di luar Kamboja, bahkan di Inggris.

Secara resmi dikenal sebagai Nepenthes Bokorensis, mereka memiliki kemiripan yang jelas dengan hal-hal yang memberi mereka julukan – tanaman penis.

Mereka memiliki tabung panjang seperti poros yang digunakan untuk memikat serangga.

Bagian atas tanaman melengkung, sehingga hampir tidak mungkin bagi serangga yang terperangkap untuk melarikan diri dari neraka phallic mereka.

Mereka dikenal sebagai tanaman kantong semar karena mereka memikat serangga melalui nektar yang berbau harum.

Baca juga: Tanaman Penis Asal Indonesia Mekar, Belanda Gempar

Berbicara kepada Live Science, François Mey, seorang ilustrator botani yang pertama kali menggambarkan spesies tersebut, mengatakan: "Ketika Anda mencium kendi bokorensis, baunya manis - seperti permen."

Karena perbandingannya yang jelas dengan stik disko, membuat tanaman ini menjadi populer untuk dipetik dan bermain-bermain dengannya. Kelihatannya menyenangkan, namun pada kenyataannya ini membunuh tanaman tersebut dengan cepat.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap,...
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap, China Desak Seluruh Kaki Tangannya Menyerah
Pasukan Thailand Kuasai...
Pasukan Thailand Kuasai Wilayah Kamboja, Gencatan Senjata Tak Berlaku
Gencatan Senjata Berlanjut,...
Gencatan Senjata Berlanjut, Thailand Bebaskan 18 Tentara Kamboja
250 Drone Kamikaze Kamboja...
250 Drone Kamikaze Kamboja Masuk Wilayah Thailand, Bangkok: Itu Provokasi
Gencatan Senjata Thailand...
Gencatan Senjata Thailand dan Kamboja Diprediksi Tidak Akan Berjalan Efektif
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved