Ekspansi Angkatan Laut China Berlanjut di Pangkalan Ream Kamboja

Jum'at, 20 September 2024 - 10:34 WIB
loading...
Ekspansi Angkatan Laut...
Ekspansi Angkatan Laut China berlanjut di Pangkalan Ream Kamboja. Foto/BlackSky
A A A
PHNOM PENH - Laporan Radio Free Asia (RFA) mengungkap bahwa China akan menyediakan dua kapal perang kepada Angkatan Laut Kamboja, sebuah dermaga yang mampu menampung kapal induk, dan fasilitas lain di pangkalan pesisir.

Mengutip laporan dari Mekong News, Jumat (20/10/2024), sekitar 100 personel Angkatan Laut China telah bekerja tanpa kenal lelah di fasilitas Angkatan Laut Ream di Teluk Thailand dalam mempersiapkannya untuk serah terima, yang diperkirakan akan dilakukan akhir bulan ini.

Pangkalan tersebut, yang dibangun dan didanai sepenuhnya oleh China, tetap terlarang bagi karyawan Kamboja.

Laporan EurAsian Times tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Pada Februari lalu, EurAsian Times melaporkan kemajuan pembangunan pangkalan tersebut, berdasarkan citra satelit yang dianalisis oleh analis pertahanan Tom Shugart.

Baca Juga: China Siapkan Hadiah 2 Kapal Perang untuk Kamboja, Apa Tujuannya?

Pada Januari 2024, bagian utara pangkalan itu memiliki banyak bangunan, jalan, dan fondasi. Tangki bahan bakar yang besar mengindikasikan potensi penggunaan oleh kapal-kapal China.

Laporan mengenai dermaga kapal induk telah beredar selama lebih dari setahun, dan pembaruan tahun lalu menunjukkan bahwa dermaga tersebut hampir selesai. Klaim ini didukung oleh foto-foto dari Black Sky, sebuah perusahaan pencitraan komersial asal Amerika Serikat (AS) yang melacak konstruksi tersebut.

Foto-foto dari Juli 2023 menunjukkan dermaga di Pangkalan Angkatan Laut Ream yang hampir selesai dibangun, mirip dengan yang digunakan militer China di Djibouti. Hal ini mendukung laporan dari RFA.

Fasilitas dermaga dan dok kering seukuran kapal induk di Ream akan memperluas kehadiran Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China di Teluk Benggala, yang berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan regional.

Kehadiran Militer China di Indo-Pasifik


Beberapa analis meyakini bahwa China dan Kamboja mungkin telah mencapai kesepakatan, memberikan Angkatan Laut China akses istimewa ke pangkalan baru tersebut dengan imbalan kapal perang dan fasilitas Angkatan Laut yang signifikan. Sejauh ini, pangkalan tersebut menolak hak istimewa untuk berlabuh kepada kapal-kapal dari Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved