Cara Denmark Mengatasi Korupsi dan Perbandingannya dengan Indonesia

Kamis, 28 April 2022 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Memang, Indonesia mempunyai unit pengawas yang bertugas memantau aktivitas keuangan. Sebut saja, Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP).

Di luar itu, ada Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai lembaga swadaya masyarakat. Namun dalam praktoknya, lembaga-lembaga ini tidak bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh.

Tugas mengawasi aliran dana (perbankan) justru dibebankan pada Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kewenangan yang tumpang tindih itu membuat kasus korupsi tidak bisa diselesaikan dengan baik karena bisa saja saling lempar tangan atau justru berebut.

Selain itu, kebanyakan kasus korupsi di Indonesia nampak hanya terlihat terus-terusan melakukan penyelidikan dan menjatuhkan vonis, tapi tidak ada tindakan yang benar-benar membuat pelaku korupsi jera.

Ditambah lagi, kita melihat bahwa banyak pejabat di Indonesia yang bergaya hidup konsumtif, menginginkan kekuasaan, sehingga mudah tergiur dengan iming-iming cuan demi memuaskan dahaga akan kekayaan.

Cara pikir yang sudah mengakar sejak zaman dulu ini kemudian menciptakan budaya korupsi yang berkembang di Tanah Air.

Bahkan Indonesia menempati urutan ke-96 dalam Corruption Perception Index 2022 yang dirilis Transparency Internasional, dengan skor 38.

Meskipun dikatakan angka tersebut sudah lebih baik dari sebelumnya, namun tentu korupsi ini tidak akan pernah hilang ataupun beres jika tidak ada koordinasi yang baik antara lembaga pemerintah berwenang, pemahaman masyarakat, serta kesadaran pribadi dari mereka yang memiliki jabatan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Mengapa Tidak Ada Bukti...
Mengapa Tidak Ada Bukti Greenland Menghadapi Ancaman Asing?
Greenland Merespons...
Greenland Merespons Kesepakatan Trump dan Bos NATO: Kedaulatan Adalah Garis Merah!
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved