Pendeta Hindu India Pidato di Luar Masjid, Ancam Perkosa Wanita Muslim

Sabtu, 09 April 2022 - 02:09 WIB
loading...
Pendeta Hindu India...
Pendeta Hindu di India pidato provokatif di dalam jip di luar sebuah masjid. Dalam pidatonya, dia mengancam akan menculik dan memerkosa wanita Muslim. Foto/Twitter/NDTV
A A A
LUCKNOW - Seorang pendeta Hindu di India pidato di luar masjid di distrik Sitapur, Uttar Pradesh sembari mengancam akan menculik dan memerkosa wanita muslim. Enam hari kemudian, polisi mendaftarkan kasus itu dan sekarang sedang melakukan penyelidikan.

Polisi Sitapur, dalam sebuah pernyataan, mengatakan sebuah kasus di bawah pasal yang relevan telah didaftarkan dan langkah lebih lanjut sedang diambil berdasarkan pernyataan saksi.

Polisi bertindak setelah video pidato pendeta itu memicu kemarahan dan publik bertanya-tanya mengapa tidak ada tindakan yang diambil cepat.

Video tersebut menunjukkan seorang pria berjubah safron, yang dilaporkan adalah mahant lokal di kota kecil Khairabad—sekitar 100 km dari Lucknow—berbicara di sebuah pertemuan dari dalam sebuah jip. Seorang pria berseragam polisi juga terlihat di latar belakang.

Baca juga: Viral, Mahasiswi Berhijab Dicemooh Massa Hindu di Kampus India

Berbicara di mikrofon, pendeta itu membuat pernyataan komunal dan provokatif saat orang banyak menyorakinya dengan teriakan "Jai Shri Ram".

Pendeta itu menuduh ada sebuah rencana untuk membunuhnya dan menambahkan bahwa uang sebanyak 28 lakh telah dikumpulkan untuk mendanai rencana pembunuhan terhadapnya.

Dia, dalam pidato, mengatakan bahwa jika seorang Muslim melecehkan gadis mana pun di daerah itu, dia akan menculik wanita Muslim dan memerkosa mereka di depan umum. Ancaman itu disambut dengan sorak-sorai keras oleh orang banyak.

Video lain yang beredar di media sosial menunjukkan empat polisi dalam bingkai, tiga di antaranya berada di kendaraan yang sama dengan pendeta saat ia menyampaikan pidato kebencian, menimbulkan pertanyaan mengapa Laporan Informasi Pertama (FIR) didaftarkan setelah 6 hari dan mengapa tidak ada tindakan lebih lanjut yang telah diambil.

Berbagi video, Mohammed Zubair, salah satu pendiri situs cek fakta AltNews, mengatakan dalam tweet-nya bahwa video itu diambil pada 2 April tetapi tidak ada tindakan yang diambil oleh polisi bahkan setelah lima hari.

Menanggapi tweet-nya, polisi Sitapur mengatakan seorang perwira senior sedang menyelidiki masalah ini dan tindakan itu akan diambil berdasarkan fakta.

Menyusul postingan Zubair di video tersebut, beberapa pengguna Twitter menyerukan tindakan terhadap pemimpin agama tersebut, yang diidentifikasi oleh beberapa orang sebagai "Bajrang Muni".

Para pengguna Twitter telah melaporkan pernyataan komunal kepada badan hak asasi manusia PBB dan Komisi Nasional untuk Perempuan, mencari intervensi yang ketat dalam masalah ini.

Komisi Nasional untuk Perempuan mengecam pidato itu dan meminta agar pendeta Hindu tersebut ditangkap.

"Polisi tidak boleh menjadi penonton bisu dalam insiden seperti itu dan tindakan yang tepat harus diambil oleh mereka untuk mencegah orang menggunakan bahasa yang keterlaluan untuk perempuan," bunyi pernyataan dari komisi tersebut, seperti dikutip NDTV, Jumat (8/4/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved