Perempuan-perempuan Kuat di Tengah Dunia Maskulin
Senin, 22 Juni 2020 - 06:37 WIB
loading...
Di era globalisasi banyak perempuan memimpin organisasi strategis di berbagai bidang. Keberhasilan mereka dinilai luar biasa, mengingat menjadi pemimpin di dunia yang masih didominasi laki-laki tidaklah mudah. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarm
A
A
A
DI ERA globalisasi banyak perempuan memimpin organisasi strategis di berbagai bidang. Mulai dari pimpinan di organisasi bisnis, politik, keuangan, dan industri.
Keberhasilan mereka dinilai luar biasa, mengingat menjadi pemimpin perempuan di dunia yang masih didominasi laki-laki tidaklah mudah. Namun 10 wanita dari berbagai bidang ini mampu mendobrak hegemoni kaum Adam dalam memimpin sebuah lembaga bergengsi.
1. Abigail Johnson (Miliader AS & CEO Fidelity Investment)
![Perempuan-perempuan Kuat di Tengah Dunia Maskulin]()
Sejak 2014, Abigail Johnson menjabat sebagai presiden dan CEO Fidelity Investments, perusahaan investasi AS. Dirinya mewarisi perusahaan yang didirikan kakek dan dibesarkannya ayahnya. Johnson berasal dari keluarga bisnis dan dia berhasil melanjutkan pekerjaannya yang luar biasa.
Selama memimpin, Johnson memodernisasi perusahaan dengan merangkul cryptocurrency dan dia masih berhasil menjaga kerahasiaan perusahaan dengan menghindari tekanan untuk mengumumkannya kepada publik. Saat ini, dia adalah wanita paling sukses di bidang keuangan dan multijutawan dengan kekayaan bersih lebih dari USD16 miliar.
2. Greta Thunberg (Aktivis lingkungan dunia)
![Perempuan-perempuan Kuat di Tengah Dunia Maskulin]()
Di tengah derasnya globalisasi dunia, isu perubahan iklim terus menggelinding menjadi salah satu isu sentral. Dalam situasi itulah Greta Thunberg mendapuk dirinya sebagai aktivis lingkungan militan.
Perempuan kelahiran 3 Januari 2003 ini mulai dengan menjadi seorang aktivis lingkungan di negara asalnya, Swedia. Secara konsisten dia memprotes kebijakan-kebijakan yang merugikan lingkungan dan juga banyak menginspirasi gerakan lingkungan di skala global. (Baca juga: Greta Thunberg Menginspirasi Kaum Muda Peduli Lingkungan)
Komitmen Greta mendoronga dirinya melakukan tur ke luar negeri menggunakan kapal bertenaga surya. Dari Plymouth, Inggris, ia mengarungi Samudera Atlantik menuju New York, AS. Dengan militansinya tersebut, majalah TIME memilih namanya sebagai Person of the Year 2019.
3. Marillyn Hewson (CEO Lockheed Martin)
![Perempuan-perempuan Kuat di Tengah Dunia Maskulin]()
Marillyn Hewson menjabat sebagai CEO Lockheed Martin sejak 2013. Selama kepemimpinanya, dia mengembangkan berbagai program inovatif untuk perusahaan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan menjadi hampir USD100 miliar.
Di masa kepemimpinanya juga harga saham salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia itu melonjak lebih dari 300%. Dia baru-baru ini dianugerahi penghargaan bergengsi Penghargaan Prestasi Edison.
4. Alexandra Ocasio-Cortez (Perempuan termuda anggota Kongres AS)
Keberhasilan mereka dinilai luar biasa, mengingat menjadi pemimpin perempuan di dunia yang masih didominasi laki-laki tidaklah mudah. Namun 10 wanita dari berbagai bidang ini mampu mendobrak hegemoni kaum Adam dalam memimpin sebuah lembaga bergengsi.
1. Abigail Johnson (Miliader AS & CEO Fidelity Investment)

Sejak 2014, Abigail Johnson menjabat sebagai presiden dan CEO Fidelity Investments, perusahaan investasi AS. Dirinya mewarisi perusahaan yang didirikan kakek dan dibesarkannya ayahnya. Johnson berasal dari keluarga bisnis dan dia berhasil melanjutkan pekerjaannya yang luar biasa.
Selama memimpin, Johnson memodernisasi perusahaan dengan merangkul cryptocurrency dan dia masih berhasil menjaga kerahasiaan perusahaan dengan menghindari tekanan untuk mengumumkannya kepada publik. Saat ini, dia adalah wanita paling sukses di bidang keuangan dan multijutawan dengan kekayaan bersih lebih dari USD16 miliar.
2. Greta Thunberg (Aktivis lingkungan dunia)

Di tengah derasnya globalisasi dunia, isu perubahan iklim terus menggelinding menjadi salah satu isu sentral. Dalam situasi itulah Greta Thunberg mendapuk dirinya sebagai aktivis lingkungan militan.
Perempuan kelahiran 3 Januari 2003 ini mulai dengan menjadi seorang aktivis lingkungan di negara asalnya, Swedia. Secara konsisten dia memprotes kebijakan-kebijakan yang merugikan lingkungan dan juga banyak menginspirasi gerakan lingkungan di skala global. (Baca juga: Greta Thunberg Menginspirasi Kaum Muda Peduli Lingkungan)
Komitmen Greta mendoronga dirinya melakukan tur ke luar negeri menggunakan kapal bertenaga surya. Dari Plymouth, Inggris, ia mengarungi Samudera Atlantik menuju New York, AS. Dengan militansinya tersebut, majalah TIME memilih namanya sebagai Person of the Year 2019.
3. Marillyn Hewson (CEO Lockheed Martin)

Marillyn Hewson menjabat sebagai CEO Lockheed Martin sejak 2013. Selama kepemimpinanya, dia mengembangkan berbagai program inovatif untuk perusahaan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan menjadi hampir USD100 miliar.
Di masa kepemimpinanya juga harga saham salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia itu melonjak lebih dari 300%. Dia baru-baru ini dianugerahi penghargaan bergengsi Penghargaan Prestasi Edison.
4. Alexandra Ocasio-Cortez (Perempuan termuda anggota Kongres AS)
Lihat Juga :