AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:05 WIB
loading...
AS Luncurkan Serangan...
Militer AS meluncurkan serangan hari ke-12 secara beruntun terhadap wilayah Iran. Foto/X @CENTCOM
A A A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan malam ke-12 terhadap Iran pada Kamis (23/7/2026) dini hari waktu Teheran. Serangan ini diluncurkan ketika kedua pihak semakin menargetkan infrastruktur sipil.

Komando Pusat AS (CENTCOM) sekali lagi mengatakan serangan terbaru ini dirancang untuk lebih lanjut menurunkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi perairan regional. Washington tetap berambisi untuk mendapatkan kembali kendali atas Selat Hormuz dan memulihkan arus pelayaran internasional.

Baca Juga: Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz.

"Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, atau perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," tulis Trump di Truth Social, yang dikutip AP.

Serangan udara Amerika yang berkelanjutan terjadi bahkan ketika upaya diplomatik menunjukkan sedikit tanda kemajuan publik dan para pejabat di kedua pihak telah bersikeras pada perselisihan atas jalur perairan penting untuk energi global yang sebagian besar tetap tertutup karena perang AS-Iran. Perang ini mengancam gangguan ekonomi global lebih lanjut dan menyebabkan harga bahan bakar naik menjelang pemilu paruh waktu AS musim gugur ini.

Doktrin 'Mata Ganti Mata'


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya akan mengadopsi doktrin pertahanan "mata ganti mata".

"Setiap agresi terhadap Iran, termasuk infrastruktur kami, akan memicu respons yang kuat dan tegas," tulisnya di X.

AS melakukan gelombang serangan sebelumnya terhadap Iran pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, dan pertahanan udara Iran melepaskan tembakan di atas ibu kota; Teheran. Iran kemudian meluncurkan serangan rudal ke sebuah kota di Yordania yang berbatasan dengan Israel, dan peringatan dikeluarkan di Bahrain dan Arab Saudi.

Dengan negosiasi yang sebagian besar terhenti, kedua pihak telah mencari pengaruh dengan menargetkan infrastruktur sipil. Iran telah menanggapi serangan AS dengan menargetkan infrastruktur energi dan pabrik desalinasi yang menyediakan air minum di negara-negara Teluk tetangga yang kering.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Ashanty Curhat Soal...
Ashanty Curhat Soal Hijrah, Akui Sempat Tergoda Lepas Hijab
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved