China Minta DK PBB Berupaya Keras Hindari Perang Saudara di Myanmar

Minggu, 30 Januari 2022 - 20:00 WIB
loading...
China Minta DK PBB Berupaya...
Demonstran Myanmar berhadapan dengan polisi dan tentara. FOTO/Reuters
A A A
YANGON - Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun mengatakan, tujuan utama Dewan Keamanan PBB di Myanmar adalah untuk menghindari lebih banyak kekerasan dan perang saudara.

Zhang Jun mengatakan kepada beberapa wartawan setelah dewan mendengar briefing tertutup dari utusan Myanmar yang baru untuk 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan PBB, bahwa ia berharap upaya mereka dan lainnya "benar-benar dapat terus menenangkan situasi."

Baca: Padamkan Perlawanan Oposisi, Junta Myanmar Dilaporkan Bakar Desa demi Desa

“Kelompok regional Asia Tenggara ASEAN, yang mencakup Myanmar, telah berusaha untuk memainkan peran mediasi dalam krisis Myanmar mengingat kekhawatiran tentang bagaimana hal itu dapat mempengaruhi perdamaian regional. Dan, China percaya itu harus memainkan “peran penting,” kata Zhang, seperti dikutip dari AP, Sabtu (29/1/2022).

Setahun yang lalu -- pada 1 Februari 2021 -- militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Pengambilalihannya dengan cepat disambut oleh demonstrasi nasional tanpa kekerasan, yang ditumpas oleh pasukan keamanan dengan kekuatan mematikan, menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil, menurut daftar terperinci yang disusun oleh Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Protes damai terus berlanjut, tetapi di tengah tindakan keras yang keras, perlawanan bersenjata juga telah tumbuh, sampai-sampai para ahli PBB telah memperingatkan negara itu bisa tergelincir ke dalam perang saudara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved