Dubes China Wanti-wanti AS: Perang Bakal Pecah Jika Dukung Kemerdekaan Taiwan
Sabtu, 29 Januari 2022 - 16:12 WIB
loading...
Dubes China memperingatkan AS perang bakal pecah jika mendukung kemerdekaan Taiwan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WASHINGTON - Dukungan terhadap kemerdekaan Taiwan dapat memicu konflik militer Amerika Serikat (AS) dengan China . Hal itu diungkapkan Duta Besar China untuk AS.
Dalam wawancara dengan radio AS, Dubes China untuk AS Qin Gang mengatakan China dan AS dapat berakhir dalam konflik militer jika Washington mendorong kemerdekaan Taiwan.
China menganggap pulau tetangga Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayah "suci" dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk memastikan akhirnya bersatu.
"Biar saya tekankan. Masalah Taiwan adalah masalah terbesar antara China dan Amerika Serikat," kata Qin Gang kepada National Public Radio pada Jumat malam waktu setempat.
Baca juga: Diserbu 39 Pesawat Militer China, Taiwan Aktifkan Sistem Rudal
"Jika otoritas Taiwan, yang didorong oleh Amerika Serikat, terus menempuh jalan menuju kemerdekaan, kemungkinan besar (akan) melibatkan China dan Amerika Serikat, dua negara besar, dalam konflik militer," imbuhnya seperti dilansir dari CNN, Sabtu (29/1/2022).
Dalam wawancara dengan radio AS, Dubes China untuk AS Qin Gang mengatakan China dan AS dapat berakhir dalam konflik militer jika Washington mendorong kemerdekaan Taiwan.
China menganggap pulau tetangga Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayah "suci" dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk memastikan akhirnya bersatu.
"Biar saya tekankan. Masalah Taiwan adalah masalah terbesar antara China dan Amerika Serikat," kata Qin Gang kepada National Public Radio pada Jumat malam waktu setempat.
Baca juga: Diserbu 39 Pesawat Militer China, Taiwan Aktifkan Sistem Rudal
"Jika otoritas Taiwan, yang didorong oleh Amerika Serikat, terus menempuh jalan menuju kemerdekaan, kemungkinan besar (akan) melibatkan China dan Amerika Serikat, dua negara besar, dalam konflik militer," imbuhnya seperti dilansir dari CNN, Sabtu (29/1/2022).
Lihat Juga :