Lakukan Hormat Nazi di Luar Bekas Kamp Konsentrasi, Turis Belanda Ditangkap

Rabu, 26 Januari 2022 - 01:49 WIB
loading...
Lakukan Hormat Nazi...
Turis perempuan asal Belanda di tangkap setelah melakukan hormat Nazi di luar bekas kamp konsentrasi Auschwitz. Foto/AZCentral
A A A
WARSAWA - Seorang turis asal Belanda ditahan oleh polisi dan didenda setelah memberi hormat Nazi di gerbang bekas kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau di Polandia .

Turis perempuan berusia 29 tahun itu ditangkap pada hari Minggu dan didakwa mempromosikan Nazisme, menurut sebuah pernyataan dari polisi setempat yang diterbitkan pada Senin.

"Dia melakukan salam Nazi sambil berpose untuk foto yang diambil oleh suaminya di depan gerbang terkenal dengan tulisan 'Arbeit Macht Frei'," kata polisi seperti dikutip dari CNN, Rabu (26/1/2022).

Penjaga dari Museum Auschwitz melaporkan perempuan itu, dia kemudian ditangkap dan ditahan. Suaminya (30) diperiksa sebagai saksi, dan wanita itu mengaku bersalah mempromosikan Nazisme, tambah polisi.

Baca juga: Anggota Parlemen Republik Bandingkan Kartu Vaksin Covid dengan Nazi Jerman

"Perempuan itu mengatakan kepada polisi bahwa memberi hormat itu hanya lelucon yang dianggap tidak baik," kata seorang juru bicara polisi kepada CNN, membenarkan turis perempuan itu telah didenda oleh Jaksa Distrik di Krakow.

Di bawah hukum Polandia, menurut pernyataan polisi, perempuan itu bisa menghadapi hukuman penjara hingga dua tahun.

"Penghormatan Nazi dikaitkan dengan penderitaan manusia yang mengerikan dan dipenuhi dengan penghinaan dan kebencian," kata juru bicara Museum Auschwitz kepada CNN dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun seharusnya tidak ada sama sekali di ruang publik, menggunakannya di lokasi bekas kamp tidak dapat diterima. Itu tidak menghormati semua korban kamp," bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Tampilkan Bankir Serakah di Harry Potter, JK Rowling Dituduh Anti-Semit

"Kami berharap reaksi segera dari keamanan Memorial akan menjadi peringatan bagi semua orang yang akan mempertimbangkan untuk menggunakan situs Memorial sebagai panggung untuk manifestasi memalukan seperti itu," lanjutnya.

Michael Schudrich, kepala rabi Polandia, mengatakan tindakan museum itu telah benar dengan memanggil polisi.

"Paling tidak yang bisa kita lakukan untuk menghormati ingatan semua orang yang terbunuh oleh rezim Nazi Jerman adalah tidak menoleransi fasisme, kebencian, dan xenofobia," kata Schudrich kepada CNN.

"Dan kita tidak bisa mengabaikan ini sebagai lelucon yang buruk. Bahkan denda simbolis adalah pesan untuk orang lain," ia menambahkan.

Baca juga: Kesalahan Bos Intel AS Bantu Nazi Sebarkan Hoaks

Auschwitz-Birkenau, didirikan di Polandia yang diduduki Nazi, adalah kamp konsentrasi terbesar yang dijalankan oleh rezim Hitler. Lebih dari 1,1 juta pria, perempuan dan anak-anak dibunuh secara sistematis di sana, banyak dilakukan di kamar gas. Sekitar 6 juta orang Yahudi terbunuh dalam tragedi Holocaust.

Kompleks kamp telah diubah menjadi museum dan situs peringatan yang terbuka untuk pengunjung.

Pada bulan Oktober, grafiti anti-Semit ditemukan disemprotkan di barak kayu di lokasi tersebut dalam bahasa Inggris dan Jerman. Staf dari museum mengecam insiden itu sebagai "serangan keterlaluan" di situs peringatan itu.

Dan pada Agustus 2020, Auschwitz Memorial mengkritik tren di TikTok di mana anak-anak muda menggambarkan diri mereka sebagai korban Holocaust, dengan mengatakan bahwa video itu bisa menyakitkan dan menyinggung.

Baca juga: Jengkel, Pejabat Rusia Bandingkan Kelompok Anti Vaksin dengan Hitler

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
AS Hendak Kerahkan 5.000...
AS Hendak Kerahkan 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Rusia: Tidak Dapat Diterima!
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
BERANI! Parlemen Polandia...
BERANI! Parlemen Polandia Suarakan Sanksi Untuk Israel Atas Penggunaan Fosfor Terlarang
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
Destinasi Wisata Perang...
Destinasi Wisata Perang di Rusia Diminati Turis dari China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved