Sepanjang 2021 Aparat Irak Tangkap 11.000 Pengedar dan Pengguna Narkoba
Rabu, 22 Desember 2021 - 18:52 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
TEHERAN - Pihak berwenang Irak mengaku menangkap lebih dari 11.000 orang atas tuduhan perdagangan dan penggunaan narkotika selama tahun 2021. Demikian diungkapkan seorang pejabat keamanan Irak.
Media lokal mengutip Direktur Jenderal Pengendalian Narkotika dan Psikotropika di Kementerian Dalam Negeri Irak, Mayor Jenderal Mazen Al-Quraishi, mengatakan bahwa kementerian menangkap 11.207 orang atas tuduhan terkait narkoba. Jumlah ini termasuk 11.000 laki-laki dan 156 perempuan, sejak awal. tahun hingga 17 Desember.
Baca: Irak Hukum Gantung Tiga Orang atas Tuduhan Terorisme
“Ibukota Baghdad mencatat jumlah penangkapan tertinggi, dengan sekitar 2.000 orang, diikuti oleh Basra (1.871 orang) dan kemudian Babel (1.617 orang),” jelas Al-Quraishi, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (22/12/2021).
Menurut pejabat tersebut, penyelundupan shabu dan ganja paling umum terjadi di provinsi selatan yang diangkut melalui Iran dari Afghanistan. Ia juga mencatat bahwa Basra dan Maysan adalah provinsi yang paling sering digunakan untuk perdagangan narkoba. Narkoba tersebut kemudian diangkut melalui laut ke negara-negara Teluk, jelasnya.
Media lokal mengutip Direktur Jenderal Pengendalian Narkotika dan Psikotropika di Kementerian Dalam Negeri Irak, Mayor Jenderal Mazen Al-Quraishi, mengatakan bahwa kementerian menangkap 11.207 orang atas tuduhan terkait narkoba. Jumlah ini termasuk 11.000 laki-laki dan 156 perempuan, sejak awal. tahun hingga 17 Desember.
Baca: Irak Hukum Gantung Tiga Orang atas Tuduhan Terorisme
“Ibukota Baghdad mencatat jumlah penangkapan tertinggi, dengan sekitar 2.000 orang, diikuti oleh Basra (1.871 orang) dan kemudian Babel (1.617 orang),” jelas Al-Quraishi, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (22/12/2021).
Menurut pejabat tersebut, penyelundupan shabu dan ganja paling umum terjadi di provinsi selatan yang diangkut melalui Iran dari Afghanistan. Ia juga mencatat bahwa Basra dan Maysan adalah provinsi yang paling sering digunakan untuk perdagangan narkoba. Narkoba tersebut kemudian diangkut melalui laut ke negara-negara Teluk, jelasnya.
Lihat Juga :