Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
Sabtu, 05 April 2025 - 03:30 WIB
loading...
Ahmad Abdullah Al Sabah pernah dituduh masuk Kristen. Foto/gsn-online
A
A
A
GAZA - Emir Kuwait Sheikh Mishal Al Ahmad Al Jaber Al Sabah menunjuk Sheikh Ahmad Abdullah Al Sabah sebagai perdana menteri baru negara itu pada April 2024 silam. Ahmad Abdullah pernah dituduh masuk Kristen pada 2012 silam.
Emir juga menginstruksikan perdana menteri yang baru diangkat untuk memberi tahu majelis nasional tentang nama-nama menteri baru untuk menunjuk mereka.
Perintah Emiri mulai berlaku setelah dipublikasikan di lembaran negara Kuwait. Pada awal April, Kuwait menyelenggarakan pemilihan umum parlemen pertamanya sejak Emir baru memangku jabatan pada bulan Desember.
Majelis Kuwait memiliki pengaruh yang kuat di kawasan tersebut, mengingat pendapatan minyak negara anggota OPEC+ yang besar, mata uang yang kuat, dan pembentukan sistem parlementer sejak tahun 1962.
Kuwait menyetujui anggarannya untuk tahun 2024-2025 pada hari Senin, dengan 36 proyek infrastruktur senilai sekitar USD1,4 miliar (KWD 428 juta), menurut media lokal. Anggaran tersebut mencakup 16 proyek untuk mendukung sektor swasta dengan nilai USD237,6 juta (KWD 72 juta).
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
1. Memimpin Transformasi Kuwait
Dalam perintah Emiri, Emir Kuwait juga memintanya untuk membentuk pemerintahan baru.Emir juga menginstruksikan perdana menteri yang baru diangkat untuk memberi tahu majelis nasional tentang nama-nama menteri baru untuk menunjuk mereka.
Perintah Emiri mulai berlaku setelah dipublikasikan di lembaran negara Kuwait. Pada awal April, Kuwait menyelenggarakan pemilihan umum parlemen pertamanya sejak Emir baru memangku jabatan pada bulan Desember.
Majelis Kuwait memiliki pengaruh yang kuat di kawasan tersebut, mengingat pendapatan minyak negara anggota OPEC+ yang besar, mata uang yang kuat, dan pembentukan sistem parlementer sejak tahun 1962.
Kuwait menyetujui anggarannya untuk tahun 2024-2025 pada hari Senin, dengan 36 proyek infrastruktur senilai sekitar USD1,4 miliar (KWD 428 juta), menurut media lokal. Anggaran tersebut mencakup 16 proyek untuk mendukung sektor swasta dengan nilai USD237,6 juta (KWD 72 juta).
Lihat Juga :