Dikenal Tiduri 5.000 Wanita, Eks Raja Spanyol Digugat Mantan Selingkuhannya
Rabu, 08 Desember 2021 - 00:15 WIB
loading...
A
A
A
"Ada kepentingan publik yang melekat dalam melindungi martabat kedaulatan dan anggota dekat keluarga kerajaan karena posisi konstitusional mereka," imbuh dia.
Sebuah penilaian dalam sidang dua hari, di mana mantan raja terdaftar dengan nama lengkapnya—Juan Carlos Alfonso Victor Maria De Borbon y Borbon—diharapkan di kemudian hari.
Gairah seks Juan Carlos selama menjadi Raja Spanyol pernah meledak-ledak, yang membuat Pusat Intelijen Nasional menyuntikkan hormon wanita untuk mengendalikan libidonya. Dalam sebuah biografi juga terungkap bahwa dia telah meniduri sekitar 5.000 wanita untuk memuaskan gairahnya. Juan Carlos telah memiliki istri bernama Ratu Sofia.
Penyuntikan horman wanita dan penghambat testosteron ini merupakan informasi terbaru yang diungkap mantan Komisaris Polisi Spanyol, Jose Manuel Villarejo, dalam sidang Parlemen pada Oktober 2021 lalu.
Villarejo sedang diadili dalam kasus pemerasan. "[Pusat Intelijen Nasional (CNI)] menyuntikkan hormon wanita dan penghambat testosteron untuk mengendalikan libidonya karena dianggap sebagai masalah negara, bahwa dia sangat terangsang," katanya.
Penulis Spanyol dan sejarawan militer Amadeo Martinez Ingles juga pernah menulis sebuah buku berjudul "Juan Carlos: The King Of 5,000 Lovers".
Buku itu mengungkap bukti sejarah seksualnya dan menggambarkan mantan raja itu sebagai pecandu seks yang merajalela.
Sebuah penilaian dalam sidang dua hari, di mana mantan raja terdaftar dengan nama lengkapnya—Juan Carlos Alfonso Victor Maria De Borbon y Borbon—diharapkan di kemudian hari.
Gairah seks Juan Carlos selama menjadi Raja Spanyol pernah meledak-ledak, yang membuat Pusat Intelijen Nasional menyuntikkan hormon wanita untuk mengendalikan libidonya. Dalam sebuah biografi juga terungkap bahwa dia telah meniduri sekitar 5.000 wanita untuk memuaskan gairahnya. Juan Carlos telah memiliki istri bernama Ratu Sofia.
Penyuntikan horman wanita dan penghambat testosteron ini merupakan informasi terbaru yang diungkap mantan Komisaris Polisi Spanyol, Jose Manuel Villarejo, dalam sidang Parlemen pada Oktober 2021 lalu.
Villarejo sedang diadili dalam kasus pemerasan. "[Pusat Intelijen Nasional (CNI)] menyuntikkan hormon wanita dan penghambat testosteron untuk mengendalikan libidonya karena dianggap sebagai masalah negara, bahwa dia sangat terangsang," katanya.
Penulis Spanyol dan sejarawan militer Amadeo Martinez Ingles juga pernah menulis sebuah buku berjudul "Juan Carlos: The King Of 5,000 Lovers".
Buku itu mengungkap bukti sejarah seksualnya dan menggambarkan mantan raja itu sebagai pecandu seks yang merajalela.
(min)
Lihat Juga :