Prancis Berhasil Habisi Pemimpin Al-Qaeda Afrika Utara
Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
ISGS dengan cepat mendirikan pijakan di negara-negara Sahel setelah mengumumkan kehadirannya pada Maret tahun lalu.
Kelompok-kelompok jihad biasanya dengan cepat mengumumkan pengganti pemimpin yang terbunuh atau ditangkap, tetapi di Afrika utara ada tanda-tanda meningkatnya ketegangan antara Al-Qaeda dan saingannya yang lebih baru, Negara Islam dan afiliasinya.
Ribuan tentara Prancis telah dikerahkan di Mali sejak 2013.
Prancis terlibat setelah militan Islam menguasai bagian utara. Dengan bantuan Prancis, tentara Mali telah merebut kembali wilayah itu, tetapi rasa tidak aman terus berlanjut dan kekerasan telah menyebar ke negara-negara tetangga.
Lebih dari 5.000 tentara Prancis telah bertugas sebagai bagian dari Operasi Barkhane untuk mendukung pasukan Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso, dan Chad.
Namun mereka menghadapi pemberontakan yang terus meningkat oleh kelompok-kelompok jihadis, yang telah secara signifikan meningkatkan serangan mereka di negara-negara Sahel sejak tahun lalu.
Kelompok-kelompok jihad biasanya dengan cepat mengumumkan pengganti pemimpin yang terbunuh atau ditangkap, tetapi di Afrika utara ada tanda-tanda meningkatnya ketegangan antara Al-Qaeda dan saingannya yang lebih baru, Negara Islam dan afiliasinya.
Ribuan tentara Prancis telah dikerahkan di Mali sejak 2013.
Prancis terlibat setelah militan Islam menguasai bagian utara. Dengan bantuan Prancis, tentara Mali telah merebut kembali wilayah itu, tetapi rasa tidak aman terus berlanjut dan kekerasan telah menyebar ke negara-negara tetangga.
Lebih dari 5.000 tentara Prancis telah bertugas sebagai bagian dari Operasi Barkhane untuk mendukung pasukan Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso, dan Chad.
Namun mereka menghadapi pemberontakan yang terus meningkat oleh kelompok-kelompok jihadis, yang telah secara signifikan meningkatkan serangan mereka di negara-negara Sahel sejak tahun lalu.
(ber)
Lihat Juga :