Prancis Berhasil Habisi Pemimpin Al-Qaeda Afrika Utara
Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga terkait dengan tiga serangan bom di ibukota Aljazair pada April 2007 yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Jihadis veteran Aljazair ini adalah salah satu komandan paling terkenal di wilayah Afrika-Sahara utara, melakukan kampanye kekerasan pertama di Aljazair kemudian melawan pasukan Prancis dan pasukan lainnya di Mali.
Menurut Dewan Keamanan PBB, yang memberikan sanksi kepadanya pada 2007, Droukdel adalah seorang ahli bahan peledak yang membuat perangkat yang menewaskan ratusan warga sipil di tempat-tempat umum. Sebagai pemimpin AQIM ia berperan penting dalam penculikan warga lokal dan Barat dalam serangan sejauh Tunisia, Niger, dan Mali.
Menurut pemerintah Prancis dia juga membantu kelompok itu memperluas wilayah kegiatannya jauh ke Mali di mana dia menemui ajalnya.
Sementara itu komandan kelompok IS yang tertangkap adalah Mohamed Mrabat.
"Mohamed Mrabat seorang veteran jihad dan memiliki peran senior di Negara Islam dalam kelompok Sahara Besar (ISGS)," kata Parly.
"Dia ditangkap pada 19 Mei," tambahnya.
Pada 7 Mei IS mengungkapkan bahwa gerilyawannya terlibat dalam bentrokan sengit dengan Al-Qaeda di Mali dan Burkina Faso. Mereka menuduh JNIM menyerang posisinya, memblokir pasokan bahan bakar dan menahan pendukung IS.
Jihadis veteran Aljazair ini adalah salah satu komandan paling terkenal di wilayah Afrika-Sahara utara, melakukan kampanye kekerasan pertama di Aljazair kemudian melawan pasukan Prancis dan pasukan lainnya di Mali.
Menurut Dewan Keamanan PBB, yang memberikan sanksi kepadanya pada 2007, Droukdel adalah seorang ahli bahan peledak yang membuat perangkat yang menewaskan ratusan warga sipil di tempat-tempat umum. Sebagai pemimpin AQIM ia berperan penting dalam penculikan warga lokal dan Barat dalam serangan sejauh Tunisia, Niger, dan Mali.
Menurut pemerintah Prancis dia juga membantu kelompok itu memperluas wilayah kegiatannya jauh ke Mali di mana dia menemui ajalnya.
Sementara itu komandan kelompok IS yang tertangkap adalah Mohamed Mrabat.
"Mohamed Mrabat seorang veteran jihad dan memiliki peran senior di Negara Islam dalam kelompok Sahara Besar (ISGS)," kata Parly.
"Dia ditangkap pada 19 Mei," tambahnya.
Pada 7 Mei IS mengungkapkan bahwa gerilyawannya terlibat dalam bentrokan sengit dengan Al-Qaeda di Mali dan Burkina Faso. Mereka menuduh JNIM menyerang posisinya, memblokir pasokan bahan bakar dan menahan pendukung IS.
Lihat Juga :