Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:23 WIB
loading...
Kapal penjinak ranjau milik angkatan laut Prancis. Foto/esut
A
A
A
PARIS - Prancis telah mengerahkan kapal pemburu ranjau untuk memulai pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Langkah itu diungkap Presiden Emmanuel Macron di X.
Macron mengumumkan, “Aset penanggulangan ranjau Prancis siap berkontribusi, bersama dengan mitra kami, untuk melanjutkan navigasi sepenuhnya dan untuk memastikan keselamatan lalu lintas di Selat Hormuz.”
Ia juga mengatakan, setelah percakapan dengan otoritas Oman, ia telah memutuskan mengembalikan kapal induk Charles de Gaulle ke pelabuhan, “sementara aset penanggulangan ranjau kami dan pengawalnya tetap dikerahkan dan siap untuk turun tangan bersama dengan mitra kami.”
Iran menolak keterlibatan Prancis di Selat Hormuz akhir bulan lalu setelah Macron mengumumkan rencana tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Macron mengeluarkan pernyataan bersama tentang Selat Hormuz. Mereka menyatakan, “Selat Hormuz adalah arteri vital bagi ekonomi global. Memulihkan transit yang aman bagi kapal-kapal dari semua negara melalui Selat adalah masalah yang menjadi perhatian global.”
Macron mengumumkan, “Aset penanggulangan ranjau Prancis siap berkontribusi, bersama dengan mitra kami, untuk melanjutkan navigasi sepenuhnya dan untuk memastikan keselamatan lalu lintas di Selat Hormuz.”
Ia juga mengatakan, setelah percakapan dengan otoritas Oman, ia telah memutuskan mengembalikan kapal induk Charles de Gaulle ke pelabuhan, “sementara aset penanggulangan ranjau kami dan pengawalnya tetap dikerahkan dan siap untuk turun tangan bersama dengan mitra kami.”
Iran menolak keterlibatan Prancis di Selat Hormuz akhir bulan lalu setelah Macron mengumumkan rencana tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Macron mengeluarkan pernyataan bersama tentang Selat Hormuz. Mereka menyatakan, “Selat Hormuz adalah arteri vital bagi ekonomi global. Memulihkan transit yang aman bagi kapal-kapal dari semua negara melalui Selat adalah masalah yang menjadi perhatian global.”
Lihat Juga :