Pertama Kali di Dunia, Warga Satu Negara yang Belum Divaksin Terkena Lockdown

Senin, 15 November 2021 - 14:31 WIB
loading...
Pertama Kali di Dunia,...
Warga berjalan di zona pejalan kaki di Wina, Austria, 12 November 2021. Foto/REUTERS/Leonhard Foeger
A A A
WINA - Austria membuat gebrakan baru dalam mencegah penyebaran virus corona. Mereka memberlakukan pembatasan baru pada warga yang tidak divaksinasi Covid-19 mulai Senin (15/11/2021).

Lockdown (penguncian) akan berlaku khusus warga yang tidak divaksin. Langkah ini bertujuan mengurangi tekanan pada rumah sakit dan ruang ICU.

Penguncian akan mulai berlaku pada tengah malam dan berlaku untuk orang berusia 12 tahun ke atas yang belum divaksinasi dan belum pulih dari Covid-19.

Baca juga: Rusia Siap Bantu Turki Bikin Jet Tempur Generasi Kelima

“Langkah ini tidak mudah diambil, tetapi perlu,” ujar Kanselir Austria Alexander Schallenberg.

Baca juga: Risiko Perang Rusia dan Barat Lebih Besar Sekarang Dibanding Saat Perang Dingin

“Risiko untuk orang yang tidak divaksinasi jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, kami terpaksa mengambil langkah sulit ini untuk mengurangi jumlah kontak,” papar dia.

Baca juga: Belarusia Inginkan Sistem Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia, Barat Makin Waswas

Schallenberg mengatakan gelombang infeksi keempat telah melanda negara itu dengan “kekuatan penuh.”

Kanselir sekali lagi mendesak warga untuk divaksinasi untuk "memutus" gelombang pandemi. “Kalau tidak, kita tidak akan pernah lepas dari lingkaran setan ini,” tutur dia.

Dua dari wilayah yang paling parah terkena dampaknya, Upper Austria dan Salzburg, adalah yang pertama mengumumkan mereka akan memberlakukan penguncian pada Senin.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer sebelumnya mengatakan pelanggar penguncian akan menghadapi denda yang besar.

Pelanggar dapat dihukum dengan denda hingga 500 euro (USD573) karena melanggar pembatasan sementara bisnis dapat ditampar dengan denda hingga 30.000 euro (USD34.354).

“Bagi mereka yang mengikuti semua tindakan, sangat tidak adil jika ada orang yang berpikir mereka dapat dengan mudah mengelak atau bahkan menipu otoritas kesehatan, pedoman kementerian kesehatan dan para ahli,” ujar Nehammer.

Gagasan penguncian yang secara eksklusif menargetkan yang tidak divaksinasi pertama kali dilontarkan oleh pemerintah pada September sebagai respons terhadap skenario mimpi buruk di mana 30% tempat tidur ICU akan ditempati oleh pasien Covid-19.

Angka itu saat ini berada pada 20% dan terus meningkat. Pejabat kesehatan semakin khawatir rumah sakit akan menjadi penuh sesak di tengah apa yang mereka sebut "pandemi orang yang tidak divaksinasi."

Presiden Austria Alexander Van der Bellen memperingatkan pada Sabtu bahwa situasi di beberapa rumah sakit dan ICU "tidak tertahankan," dan dapat memburuk lebih lanjut kecuali tindakan tegas diambil.

Sekitar 65% dari sembilan juta penduduk Austria telah divaksinasi penuh, salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa, menurut Reuters.

Pemerintah Austria memperingatkan sekitar 83% dari kasus bergejala yang tercatat antara Januari dan September tahun ini melibatkan orang yang tidak divaksinasi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur Austria Berani...
Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Tinggalkan Pacarnya di Puncak Gunung Tertinggi Austria hingga Mati Membeku
Influencer Cantik Stefanie...
Influencer Cantik Stefanie Pieper Dibunuh, Jasad Dimasukkan Koper dan Dikubur di Hutan
Rusia Makin Agresif,...
Rusia Makin Agresif, Austria Pertimbangkan Gabung NATO
Penembakan Sekolah Guncang...
Penembakan Sekolah Guncang Austria, 10 Orang Tewas Termasuk Pelaku
Intelijen Austria: Iran...
Intelijen Austria: Iran Bikin Rudal Nuklir yang Mampu Lakukan Serangan Jarak Jauh
Prabowo Kunjungi Perancis,...
Prabowo Kunjungi Perancis, Gerindra: Bukti Nyata Politik Bebas-Aktif yang Berwibawa
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved