Erdogan Akan Temui Biden di Glasgow, Bahas Perselisihan Jet Siluman F-35

Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:43 WIB
loading...
Erdogan Akan Temui Biden...
Jet tempur siluman F-35 yang dioperasikan Israel. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan temui Presiden AS Joe Biden untuk bahas perselisihan pembelian F-35. Foto/REUTERS/Amir Cohen
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Glasgow minggu depan. Dia akan membahas perselisihan kedua negara terkait didepaknya Ankara dari program jet tempur siluman F-35 .

"Kemungkinan besar kami akan mengadakan pertemuan di Glasgow, bukan di Roma. Masalah terpenting kami adalah F-35,” kata Erdogan kepada wartawan sekembalinya dari lawatannya ke Azerbaijan pada hari Rabu, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Bos Media China: Perlombaan Nuklir Itu Bodoh, Kami Mampu Lenyapkan AS dalam 1 Kali

Amerika Serikat telah mengeluarkan Turki, sekutu NATO-nya, dari program internasional yang memproduksi jet tempur F-35 pada 2019. Itu sebagai respons atas kenekatan Ankara membeli sistem pertahanan rudal canggih S-400 dari Rusia. Washington mengatakan sistem senjata Rusia itu membahayakan keamanan F-35.

Erdogan mengatakan pemerintahnya berusaha untuk mendapatkan kembali uang USD1,4 miliar yang dibayarkan kepada AS untuk membeli 100 unit F-35, yang pada akhirnya Washington menolak mengirim pesawat tempur tersebut.

Uang sebanyak itu dibayarkan sebelum Turki dikeluarkan dari program F-35. AS kemudian mengusulkan untuk menjual pesawat tempur F-16 ke Turki untuk menebus pembayaran.

Erdogan dan Biden akan menghadiri KTT perubahan iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, dari 31 Oktober hingga 12 November 2021.

Erdogan sebelumnya mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan Biden selama pertemuan G-20 di Roma.

“Kami memiliki pembayaran USD1,4 miliar untuk F-35. Kita perlu mendiskusikan bagaimana rencana pembayarannya.”

Komentar Erdogan muncul beberapa hari setelah pemimpin Turki itu mundur dari ancamannya untuk mengusir duta besar AS dan sembilan negara Barat lainnya atas dukungan mereka untuk Osman Kavala, seorang aktivis dan dermawan yang dipenjara.

Baca juga: Viral, Ukraina Hancurkan Persenjataan Rusia dengan Drone Tempur Turki

Para dubes Barat pada pekan lalu menyerukan pembebasan Kavala, yang telah berada di penjara Turki selama empat tahun menunggu persidangan atas tuduhan yang banyak orang anggap tidak berdasar.

Krisis diplomatik itu mereda setelah kedutaan-kedutaan Barat menyatakan akan mematuhi Pasal 41 Konvensi Wina, yang menguraikan tugas diplomat untuk menghormati hukum negara tuan rumah dan tidak ikut campur dalam urusan internal.

Erdogan membantah dia telah mengambil langkah mundur dalam krisis diplomatik. “Saya sedang menyerang. Tidak ada langkah mundur dalam buku saya," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved