Bos Media China: Perlombaan Nuklir Itu Bodoh, Kami Mampu Lenyapkan AS dalam 1 Kali

Kamis, 28 Oktober 2021 - 06:38 WIB
loading...
Bos Media China: Perlombaan...
Rudal-rudal hipersonik DF-17 dipamerkan dalam parade militer China. Pemimpin media China sesumbar Beijing mampu melenyapkan AS hanya dalam satu kali. Foto/REUTERS/Jason Lee
A A A
BEIJING - Pemimpin redaksi media yang dikelola pemerintah China ; Global Times, mengatakan perlombaan senjata nuklir dengan mencocokkan jumlahnya adalah pekerjaan bodoh. Menurutnya, semua yang diperlukan adalah kemampuan untuk melenyapkan Amerika Serikat (AS) hanya dalam sekali.

“China tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dengan AS. Kami pikir itu bodoh. Saya tahu bahwa AS dapat menghancurkan China 10 kali, tetapi kami akan pastikan bahwa kami memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan AS sekali," tulis pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin, di Twitter pada hari Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Alasan Jet Tempur Siluman F-35 Lebih Unggul dari Su-57 Rusia dan J-20 China

Hu mengomentari sebuah opini yang ditulis Laura Grego, seorang fellow di Laboratorium MIT untuk Keamanan dan Kebijakan Nuklir, yang memperingatkan bahwa pengembangan sistem pertahanan rudal AS telah menyebabkan Rusia, China, dan lainnya mengembangkan senjata yang lebih berbahaya yang mampu mengalahkan mereka.

“Pelindung rudal baru China terhadap kemungkinan bahwa Amerika Serikat suatu hari nanti percaya kemajuan teknisnya memungkinkannya untuk menyerang China terlebih dahulu sementara tetap kebal terhadap serangan nuklir pembalasan,” tulis Grego, merujuk pada laporan baru-baru ini tentang uji coba rudal hipersonik yang dilakukan Beijing, meski disangkal China.

Hu pada pekan lalu mendesak AS untuk meninggalkan gagasan gila bahwa senjatanya dapat menyerang China dan Rusia, tetapi sebenarnya itu mereka tidak dapat menyerang.

Hu telah bertanggung jawab atas Global Times sejak harian berbahasa Inggris ini diluncurkan kembali pada tahun 2009, di bawah naungan People's Daily, surat kabar utama Partai Komunis China.

Tweet hari Rabu adalah versi yang lebih pendek dan lebih tajam dari argumen yang dia buat sepuluh hari sebelumnya, yang mengatakan bahwa pengembangan pencegahan nuklir China bertujuan untuk memastikan bahwa AS meninggalkan gagasan pemerasan nuklir terhadap China, atau menggunakan kekuatan nuklir untuk mengisi kesenjangan karena pasukan konvensional AS tidak dapat menghancurkan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved