Kapal Kontainer Angkut Bahan Berbahaya Terbakar di Lepas Pantai Kanada

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WIB
loading...
Kapal Kontainer Angkut Bahan Berbahaya Terbakar di Lepas Pantai Kanada
Kapal kontainer MV Zim Kingstone yang membawa bahan berbahaya terbakar di lepas pantai Kanada. Foto/Yahoo
A A A
OTTAWA - Sebuah kapal kontainer raksasa dengan sekitar 52 kilogram bahan berbahaya di dalamnya terbakar di lepas pantai provinsi British Columbia, Kanada . Api pertama kali muncul di kargo bermuatan hazmat.

Kebakaran terjadi di MV Zim Kingston, kapal kontainer berbendera Malta, pada Sabtu pagi dan mendorong evakuasi sebagian kapal.

"Penjaga Pantai Kanada menerima laporan sekitar pukul 11 pagi ini dari MV Zim Kingston bahwa kebakaran terjadi di kontainer yang rusak di atas kapal," kata penjaga pantai Kanada dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Warga Kanada yang Tergelincir di Salju dan Terluka Bisa Gugat Pemerintah Kota

Menurut CBC News, 10 anggota awak telah dievakuasi, sementara 11 anggota tetap berada di kapal.

"Enam kontainer terbakar secara total," lapornya.



Laporan tersebut menambahkan bahwa kapal tersebut dikatakan membawa lebih dari 52.000 kg xanthate, bahan kimia yang digunakan dalam industri pertambangan, yang meliputi potassium amyxanthate. Kalium amylxanthate dianggap sebagai bahan yang berbahaya dan mengganggu lingkungan.

Video yang diperoleh Reuters menunjukkan api mengalir turun dari dek kapal ke dalam air.

Baca juga: Bos Huawei Bebas, China Lepaskan Dua Warga Kanada

"Respons bersama sejumlah badan sedang dikoordinasikan untuk memberikan bantuan," kata Penjaga Pantai Kanada, menambahkan bahwa penilaian sedang dilakukan untuk menentukan bahaya polusi dari kontainer.

Kapal M/V Zim Kingston melaporkan pada hari Jumat bahwa mereka mengalami cuaca buruk di sebelah barat Selat Juan de Fuca. Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam sebuah tweet sekitar 40 kontainer dari kapal telah jatuh ke laut.
(ian)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1225 seconds (10.177#12.26)