Inilah Sistem Rudal Canggih yang Dijuluki Iron Dome-nya Iran

Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:53 WIB
loading...
Inilah Sistem Rudal...
Sistem pertahanan rudal baru Iran yang mirip dengan sistem Iron Dome Israel. Foto/Screenshot Twitter/@middleeastlive0
A A A
TEHERAN - Iran memamerkan sistem pertahanan rudal baru dalam latihan tempur Sky Defenders Velayat 1400. Sistem misil canggih ini dijuluki para jurnalis Timur Tengah sebagai " Iron Dome "-nya Iran karena mirip dengan sistem rudal ternama Israel.

Sistem pertahanan itu masih dirahasiakan nama dan spesifikasinya. Namun, secara sekilas gambar dan video dalam latihan tempur menunjukkan sistem itu diuji dalam menghadapi berbagai ancaman udara dan berhasil mencegatnya.

Baca juga: Tragis, Total 139 Tentara AS Bunuh Diri

Menurut Fars News yang berbasis di Iran, Kepala Pangkalan Pertahanan Udara Nasional Brigadir Jenderal Amir Qader Rahimzadeh telah mengumumkan berita bahwa pertahanan yang kuat dan berlapis-lapis terhadap serangan rudal jelajah adalah salah satu tujuan dari latihan pertahanan udara khusus bersama dari misi Sky Defenders Velayat 1400.

Gambar sistem pertahanan udara baru itu diterbitkan untuk pertama kalinya. “Karena fitur yang berbeda dari sistem ini dengan sistem pertahanan udara rudal lainnya di negara ini, informasi resmi dari sistem baru ini belum dipublikasikan,” tulis Fars News.

Media Iran lainnya, Tasnim News, melangkah lebih jauh dalam melihat aspek sistem itu. Disebutkan bahwa sistem tersebut memiliki empat tabung peluncuran dan dapat membawa delapan hingga 12 rudal. Ini akan membuatnya mirip dalam beberapa hal dengan Iron Dome Israel, tetapi juga dapat dibandingkan dengan sistem rudal Umkhonto Afrika Selatan dan versi truknya, yang dibangun oleh Denel Dynamics.

Iran di masa lalu juga mencoba meniru drone Afrika Selatan.

"Dalam hal ini, setiap unit sistem mencapai mobilitas tinggi dan stabilitas tinggi di lingkungan pertempuran dengan kemandirian relatif dari kendaraan sekunder yang membawa radar,” tulis Tasnim News, yang dikutip The Jerusalem Post, Kamis (14/10/2021).

Laporan itu mengatakan sistem tersebut memiliki jangkauan radar 360 derajat dan rudal diluncurkan secara vertikal.

Itu berarti bisa secara bersamaan melibatkan beberapa target. "Karena kebutuhan akan akurasi tinggi untuk melacak target secara akurat, radar ini kemungkinan akan beroperasi di X-band,” imbuh laporan tersebut.

"Penyebaran radar pada kendaraan peluncur mengarah pada pembentukan satu unit yang disebut TELAR (Transporter Erector Launcher And Radar), yang membuatnya sangat sulit untuk mengganggu radar dan menjenuhkannya dengan peperangan elektronik karena hamburan radar di lingkungan pertempuran," sambung laporan Tasnim News.

Militer Iran telah dikritik di masa lalu karena mereka menembak jatuh sebuah pesawat sipil Ukraina pada Januari 2020.

Baca juga: Putin Sebut Rudal Hipersonik Rusia Melesat Mach 20 dan AS Membencinya

Iran juga mencoba pada 2018 untuk mengirim sistem rudal Khordad ke-3 ke Suriah. Militer Teheran juga menggunakan sistem yang sama untuk menembak jatuh drone Global Hawk Amerika Serikat pada tahun 2019.

“Dari video yang dirilis dari sistem pertahanan rudal baru, terbukti bahwa ruang kendali sistem juga terletak di bawah radar. Metode ini berarti kompresi maksimum komponen sistem,” tulis Tasnim News.

“Jenis agregasi komponen sistem yang sama telah diamati pada beberapa jenis sistem pertahanan udara jarak menengah canggih Rusia yang beroperasi, yang menghasilkan mobilitas tembakan pertahanan udara yang jauh lebih tinggi.”

Ini berarti bahwa Iran mungkin telah belajar dari sistem pertahanan Pantsir dan sistem Rusia lainnya. Rusia sendiri telah mengerahkan sistem Pantsir ke Suriah.

Publikasi rincian tentang sistem pertahanan rudal baru Iran tersebut menggambarkan bahwa Teheran sedang mencoba untuk meningkatkan jenis sistem yang dapat digunakannya dalam pertahanan udara. Ia mencoba membuat serangkaian sistem secara lokal yang meniru dari sistem pertahana Rusia dan negara-negara lain.

Misalnya, Iran mengembangkan sistem Bavar 373, yang diluncurkan pada 2019 dan dikatakan menyerupai kemampuan sistem S-300 Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Start Mulus! Inggris...
Start Mulus! Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved